/
Senin, 06 Juni 2022 | 14:44 WIB
Sumber: Pexels/Elle Hughes

Indotnesia -  Baru-baru ini, sebuah penelitian menemukan kebiasaan minum kopi setiap hari antara 1,5 cangkir hingga 3,5 cangkir dapat menurunkan risiko kematian dini.

Penelitian tersebut merupakan hasil studi yang dipublikasikan di The Annals of Internal Medicine berdasarkan data yang dikumpulkan dari Biobank Britania Raya. Ada sebanyak 171.000 partisipan yang terlibat.

Mengutip The New York Times, peneliti menemukan orang-orang yang mengonsumsi 1,5-3,5 cangkir kopi per hari, bahkan dengan satu sendok teh gula, memiliki risiko kematian yang menurun hingga 30%.

Persentase tersebut dibandingkan dengan orang yang tidak minum kopi. Para peneliti menganalisis demografi, gaya hidup, dan informasi kesehatan partisipan berusia 37-73 tahun selama 7 tahun.

"Itu sangat besar. Hanya sangat sedikit hal yang mengurangi risiko kematian Anda hingga 30%," ujar Profesor Kedokteran di Harvard Medical School, Dr. Christina Wee.

Lebih lanjut, peneliti menemukan mereka yang minum kopi tanpa pemanis memiliki risiko kematian yang menurun hingga 16% hingga 21% dibandingkan yang tidak minum kopi sama sekali.

Meski demikian, penurunan risiko kematian tersebut kemungkinan juga dipengaruhi oleh faktor gaya hidup, seperti pola makan sehat dan rutinitas olahraga yang konsisten.

Dalam penelitian ini, jumlah rata-rata gula sebagai tambahan pemanis juga jauh lebih sedikit apabila dibandingkan dengan yang dijual di kedai kopi. Misalnya Caramel Macchiato di Starbucks yang mengandung 25 gram gula atau lima kali lebih banyak dari secangkir kopi manis dari studi tersebut.

Dr. Eric Goldberg, profesor kedokteran di NYU Grossman School of Medicine menyebutkan, minuman dari franchise kedai kopi cenderung mengandung kalori dan lemak yang tinggi. Hal itu tentu saja membuat orang yang meminumnya memperoleh manfaat dari kopi.

"Semua hasil penelitian ini tidak cocok bagi mereka yang mengonsumsi latte, Frappuccino, super mocha dengan krim kocok," ujarnya.

Diwartakan The Guardian, seorang profesor kedokteran yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut, Naveed Sttar dari University of Glasgow mengatakan temuan tersebut sangat menarik, meskipun harus diperjelas.

"Sifat observasional dari studi terbaru itu mengindikasikan kesimpulan yang jauh dari definitif," katanya.

Menurutnya, para peminum kopi tersebut memiliki kehidupan yang lebih sehat daripada mereka yang tidak meminum kopi. Dia mengatakan bukti genetik tidak menghubungkan kopi dengan manfaat kesehatan yang penting.

"Saya menyarankan, tetaplah minum kopi atau teh, sebaiknya tanpa gula, yang kebanyakan orang bisa beradaptasi, dan cobalah lakukan hal lain yang membuat Anda sehat, seperti lebih banyak bergerak, makan sehat, dan tidur lebih nyenyak," jelasnya.

Load More