Indotnesia - Untuk pertama kalinya selama 18 tahun, pada Juni 2022 lima planet dalam tata surya memiliki posisi sejajar dengan bulan. Planet tersebut yaitu Merkurius, Mars, Jupiter, Venus, dan Saturnus.
Terkait fenomena langka itu, masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia dapat melihatnya dengan mata telanjang. Tak membahayakan bumi, berikut ini 5 fakta tentang kejadian planet sejajar tersebut yang perlu kamu ketahui agar dapat lebih memahami penyebab kejadiannya.
1. Terjadi 30 menit sebelum matahari terbit
Kemunculan Merkurius, Mars, Jupiter, Venus, Saturnus, dan Bulan dapat dilihat dalam posisi sejajar 30 menit sebelum matahari terbit. Jika ingin mendapatkan pengalaman menikmati fenomena langka tersebut secara maksimal, pastikan untuk memilih lokasi yang bebas dari polusi cahaya dan langit cerah.
Selain itu, cobalah untuk menggunakan alat bantu teleskop agar bisa lebih jelas melihatnya.
2. Merupakan bagian dari fenomena konjungsi
Konjungsi merupakan kondisi saat planet terlihat berdekatan dari Bumi. Meski konjungsi planet setiap tahunnya cukup umum terjadi, tetapi kelima planet yang sejajar dengan bulan hanya terjadi setiap dua dekade.
Menurut Peneliti Pusat Sains Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Andi Pangerang, menyebut bahwa fenomena lima planet sejajar itu disebut konjungsi kuintet.
Selain itu, fenomena sejajarnya sejumlah planet dengan Bulan juga terjadi pada Uranus yang disebut konjungsi sektet. Sedangkan jika Merkurius, Venus, Uranus, Mars, Jupiter, Saturnus, dan Bulan terlihat sejajar pada 20-27 Juni 2022, disebut merupakan terjadinya konjungsi septet atau rangkap tujuh berdiri.
Baca Juga: Pameran UMKM di JEC Sepi, Penyelenggara: TikTok Please Do Your Magic
3. Pernah terjadi pada 2004
Fenomena kelima planet sejajar di Indonesia terakhir kali terjadi pada 2004. Diprediksi, kejadian tersebut akan kembali terjadi pada 2041. Oleh karena itu, banyak masyarakat tertarik untuk menikmati kerlap-kerlip sejumlah planet yang terlihat sejajar tersebut.
4. Tidak menimbulkan bahaya bagi bumi
Meski sejumlah planet tersebut terlihat dekat dari Bumi, fenomena itu tidak membahayakan bagi manusia. Meski begitu, tarikan gravitasi dari semua planet di satu sisi sedikit dapat diamati melalui pasang surut di Bumi.
Selain itu, jarak planet Venus yang dekat memberikan gaya pasang surut terbesar di Bumi, meski hanya sebagian kecil dibandingkan saat mengalami pasang surut pada Bulan.
Gaya tarikan juga dapat dirasakan oleh pesawat luar angkasa meskipun hanya terasa kecil saat gravitasi dari planet menariknya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Link Nonton Gerhana Matahari Total dan Hujan Meteor Perseid Agustus 2026
-
Dewa 19 Janjikan Setlist Berbeda di Panggung HUT ke-3 Garuda TV, Lagu 'Langka' Siap Dibawakan
-
Timnas Indonesia Dibantai, Nguyen Xuan Son Singgung Gelar Juara Piala AFF 2026
-
Laba SSIA Berbalik Positif Rp262,6 Miliar, Bisnis Kawasan Industri Jadi Mesin Pertumbuhan
-
Viral Pasien BPJS Harus Menunggu 8 Jam di IGD, IDI: RS Tidak Bisa Mendeteksi Emergensi?
-
Singgung Era SBY-Jokowi, Purbaya: Mesin Ekonomi Kita Pincang 20 Tahun Terakhir
-
2 Raksasa Maskapai Penerbangan Mulai Goyang karena Perang AS-Iran dan BBM Naik
-
Harga Pangan Kompak Turun, Cabai Anjlok hingga 43%, Daging dan Minyak Goreng Ikut Melemah
-
Cara Cek Data Siswa Penerima PIP 2026, Mudah Lewat SIPINTAR Pakai NISN dan NIK
-
Pasien Menunggu 8 Jam di IGD Jadi Alarm Perbaikan Layanan Rumah Sakit