Indotnesia - Memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke -29 tahun 2022, Yogyakarta berhasil menjadi salah satu daerah dengan angka stunting terkecil di Indonesia, bersanding dengan Bali dan Jakarta.
Penanganan stunting di Indonesia memang menunjukkan kemajuan. Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 yang dilaksanakan Kementerian Kesehatan, angka prevalensi stunting di Indonesia pada 2021 sebesar 24,4%, atau menurun 6,4% dari angka 30,8% pada 2018.
Sementara di Yogyakarta, kasus stunting pada tahun 2021 sebesar 14% lebih kecil di bawah angka nasional. Atas capaian tersebut, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI, Hasto Wardoyo menyatakan apresiasinya.
“Pencapaian DIY untuk pencegahan stunting memang tidak bisa dibilang kecil. Upaya yang dilakukan mampu menunjukkan hasil yang menggembirakan," ujar Hasto dalam acara Peringatan Harganas 2022, di Balaikota Kota Yogyakarta, Rabu (29/6/2022).
Hasto menambahkan tingginya jumlah akseptor KB di Jogja menjadi salah satu indikasi dari upaya pencegahan stunting. Program Gerakan Sejuta Akseptor atau masyarakat yang KB mencapai 200% dari target juga jadi alasannya.
Selain itu, kesadaran masyarakat, kemampuan finansial orang tua, kematangan emosi, dan jarak lahir antar anak menjadi hal penting untuk mencegah angka stunting pada anak.
Stunting menjadi salah satu masalah yang mengancam generasi muda, dan Jogja berhasil menekan angka kasus tersebut. Wagub DIY KGPAA Paku Alam X yang turut hadir dalam acara itu juga menegaskan pentingnya pencegahan stunting.
“Pencegahan stunting menjadi hal pertama dan utama yang bisa dilakukan oleh keluarga. Peringatan Hari Keluarga Nasional tahun ini, sekaligus menjadi tonggak baru pencegahan stunting dengan menyelaraskan langkah peran keluarga dengan peran pemerintah,” ujar Paku Alam X.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) 2021 juga mencatat Indeks Khusus Penanganan Stunting DIY tiga tertinggi se-Indonesia, yaitu 79,3 poin. Berdasarkan data tersebut, angka kasus stunting di Yogyakarta termasuk terkecil di Indonesia.
Baca Juga: Angka Kasus Stunting di Klaten Turun, Ternyata Berkat Program yang Luar Biasa dari Juwita
Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak yang menyebabkan anak terlihat lebih pendek. Keadaan tersebut umumnya disebabkan karena kekurangan asupan gizi dalam kurun waktu yang lama.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Lomba Sihir Meremajakan Melompat Lebih Tinggi dengan Nuansa Indie Pop
-
Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya
-
Kapolres Perintahkan Tembak di Tempat Jika Begal Membahayakan
-
Rupiah Nyaris Rp18.000: Pasar Butuh Kebijakan, Bukan Teatrikal Senyuman
-
Jangan Sembarangan! Ini Cara Aman Menyimpan Gas Portable yang Sudah Dibuka
-
Ini Alasan Cabai Keriting Kurang Diminati di Gorontalo
-
4 Whipped Facial Wash untuk Deep Cleansing, Rahasia Cerah Bebas Jerawat
-
Begadang Malam Ini di ANTV: Kisah Cinta, Fitnah, dan Alunan Nada Sang Raja Dangdut
-
Head to Head Mikel Arteta vs Klub Prancis: Misi Hapus Kutukan Les Parisiens
-
Acha Septriasa Sebut Bertahan di Pernikahan Toksik Tak Selalu Benar