Indotnesia - Warga Yogyakarta bernama Elanto Wijoyono melalui akun Twitter @joeyakarta membagikan pengalaman tak mengenakan saat berpapasan dengan bus yang dikawal oleh Polisi Patroli dan Pengawalan atau Patwal pada Minggu (3/7/2022).
Berdasarkan utas Twitter yang ditulisnya pascakejadian pada Senin (4/7/2022), pemilik akun bernama Elanto itu mengatakan bahwa bus wisata tersebut tetap memaksa melaju menerobos lampu merah dan sengaja menabraknya.
“Pagi ini saya akan lanjut laporkan tindakan driver bus terakhir dari rombongan wisata dengan pengawalan patwal yang tetap memaksa melaju & sengaja menabrak saya walau posisi saya di zebra cross & lampu APILL merah, di per4an Gramedia Jl. Sudirman #Jogja 03/07 pukul 19.45 WIB,” tulisnya.
Laporan tersebut lantas mendapatkan titik temu. Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Jogja telah menemukan pelaku supir bus yang hampir menabrak Elanto dan menindaklanjuti pelanggaran.
Selain itu, Elanto juga meminta polisi melakukan pengaturan patwal di wilayah DIY bersama Pusat Manajemen Lalu Lintas dan Transportasi Darat (RTMC) Ditlantas Polda DIY.
Ia mengaku merasa keberatan dengan adanya rombongan bus wisata yang dikawal oleh patwal, karena kendaraan dengan tujuan berwisata itu bukanlah prioritas yang harus mendapatkan pengawalan hingga nekat menerobos lampu merah.
Jika dilihat berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 43 Tahun 1993 pasal 65 ayat 1 (a) tertulis pemakai jalan yang wajib didahulukan sesuai prioritas dan mendapatkan pengawalan polisi, yaitu:
- Pemadam kebakaran yang sedang bertugas;
- Ambulans yang mengangkut orang sakit;
Baca Juga: Menanti Damai di Babarsari: Riwayat Kerusuhan dan Upaya Mediasi
- Kendaraan untuk memberikan pertolongan pada kecelakaan lalu lintas;
- Kendaraan Kepala Negara atau Pemerintah Asing yang menjadi tamu negara;
- Iring-iringan pengantar jenazah;
- Konvoi, pawai atau kendaraan orang cacat;
- Kendaraan yang penggunaannya untuk khusus atau menyangkut barang-barang khusus.
Sebelumnya, nama Elanto juga sempat viral di media sosial setelah aksinya menghadang konvoi moge pada 2015.
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Perempuan yang Menyeret Rambutnya Tengah Malam di Kandang Ayam Lek No
-
Serangan Brutal AS-Israel Sengaja Targetkan Anak-anak, Kemenkes Iran Rilis Data Mengerikan
-
Premi Asuransi Kesehatan Bisa Disesuaikan, Ini Penjelasan Industri
-
Ole Romeny Bantah Isu Patah Kaki, Bisa Gabung ke Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Pakar UGM Kritik Serangan AS ke Iran: Ada Standar Ganda Soal Nuklir Israel
-
Dikritik Pedas Soal Cokelat Premium, Aurel Hermansyah: Menurutku Itu Kasar
-
vivo V70 Series Resmi di Indonesia: Kamera ZEISS 10x Zoom atau 200MP, Pilih Festival atau Travel?
-
Solidaritas Tanpa Batas: Warga Iran Tetap Bela Palestina di Tengah Gempuran Rudal AS-Israel
-
Spesifikasi OnePlus 15T Bocor, Upgrade Lensa Kamera Periskop LUMO Terbaru
-
Film Good Luck, Have Fun, Don't Die: Satir Gila tentang Kecanduan Teknologi