/
Kamis, 07 Juli 2022 | 15:57 WIB
Pexels/Nicola Barts

Menurut penelitian, pertengkaran orang tua akan membuat anak-anak mengalami disonansi kognitif dan konflik loyalitas. Mereka merasa tidak nyaman terjebak di tengah-tengah, dan tidak tahu harus berada di pihak siapa.

Ketidaknyamanan itu akan meningkatkan sakit perut dan sakit kepala. Seiring bertambahnya usia anak-anak, pada akhirnya mereka akan mengarah pada pemutusan kontak dengan salah satu orang tua, meski hal tersebut akan berubah.

5. Depresi

Perceraian juga akan membuat merasa sedih, bahkan cenderung mengalami depresi hingga tak sedikit yang berisiko tinggi pada upaya bunuh diri.

Masalah ini bisa berdampak pada anak pada usia 11 tahun atau lebih. Menurut American Academy of Pediatrics, anak laki-laki cenderung berpikir untuk bunuh diri ketimbang anak perempuan.

Jika hal tersebut terjadi pada anak Anda, segera minta bantuan profesional kesehatan mental.

6. Sikap berbahaya

Kesedihan yang mendalam tak jarang membawa mereka pada tindakan yang berbahaya seperti minum alkohol, obat-obatan, sikap agresif, dan aktivitas seksual yang terlalu dini.

Sebuah studi menyebutkan gadis remaja lebih cenderung melakukan aktivitas seksual pada usia dini, ketika tinggal di rumah yang tidak ada figur seorang ayah.

Baca Juga: Ramai Kasus Perceraian Selebritis, Ini 5 Langkah Mempertahankan Rumah Tangga

7. Sulit menjalin hubungan

Penelitian menyebutkan ketika orangtua bercerai, ada kemungkinan besar anak-anak mereka dapat berakhir di posisi yang sama saat dewasa. Perpisahan orangtua mengubah sikap anak terhadap hubungan secara umum.

Bahkan mereka mungkin kurang tertarik untuk membina hubungan jangka panjang dengan komitmen. Beberapa juga memilih untuk hidup bersama dengan pasangan tanpa ikatan pernikahan. Namun hal tersebut tidak menjadi budaya di negara kita.

Itulah beberapa dampak negatif perceraian orangtua terhadap anak-anak. Cobalah untuk selalu berbicara baik-baik dengan anak dan pahami perasaan mereka.

Load More