Indotnesia - Artis Hollywood kenamaan, Brad Pitt menderita penyakit langka prosopagnosia. Mengutip The New York Times, hal itu diungkapkan sendiri oleh Brad Pitt dalam sebuah wawancara belum lama ini.
Dalam wawancara tersebut, aktor tampan paruh baya itu mengatakan dirinya mungkin menderita prosopagnosia, gangguan neurologis langka yang biasa disebut sebagai kebutaan wajah. Namun dia juga mengatakan tidak pernah secara resmi didiagnosis kondisi tersebut.
Lalu, sebenarnya apa itu prosopagnosia?
Prosopagnosia
Menurut National Institute of Neurological Disorders and Stroke, prosopagnosia adalah gangguan neurologis yang menyebabkan seseorang kesulitan mengenali orang yang mereka kenal atau membedakan wajah seseorang. Gangguan ini juga disebut "buta wajah" atau agnosia wajah.
Kebutaan wajah dapat menjadi masalah berarti bagi seseorang dan memiliki dampak parah dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Meskipun tiap orang memiliki tingkat gangguan yang berbeda-beda.
Dampak
Mengutip dari nhs.uk, dampak prosopagnosia dapat menyebabkan seseorang menghindari interaksi sosial akibat kecemasan dan ketakutannya. Hal itu juga bisa menjadi masalah bagi kehidupan dan karir mereka.
Beberapa orang dengan agnosia wajah tidak bisa mengenali ekspresi wajah, mengikuti pandangan juga menilai usia atau jenis kelamin seseorang.
Baca Juga: Selain Brad Pitt, Artis Wanita Ini Juga Didiagnosis Prosopagnosia!
Buta wajah juga tidak bisa mengenali orang terdekat seperti keluarga, pasangan, teman, dan lebih parah lagi tidak bisa mengenali wajah mereka sendiri.
Selain itu, kelainan ini juga menyulitkan untuk mengenali objek seperti tempat atau mobil. Apalagi terkait navigasi yang membutuhkan pengetahuan sut dan jarak.
Penyebab prosopagnosia ada dua, yaitu kerusakan otak dan tanpa adanya kerusakan otak. Namun, penelitian menyebutkan lebih banyak orang yang terkena gangguan itu tanpa adanya kerusakan otak.
Prosopagnosia akibat kerusakan otak dapat terjadi ketika seseorang pernah mengalami stroke atau cedera pada kepalanya. Penyebab ini akan membuat penderita segera menyadari atas hilangnya kemampuan mengenali wajah seseorang.
Berbeda jika cedera terjadi saat kanak-kanak, mereka akan lebih bisa belajar untuk mengenali wajah walaupun tidak sebaik orang lain.
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!
-
Resmi! PB Padel Indonesia Jadi Anggota NOC, Buka Jalan Menuju Pentas Dunia
-
5 Serum Wardah untuk Atasi Tanda Penuaan Usia 50 Tahun ke Atas, Bikin Wajah Kencang
-
Kali Wanggu Meluap, 317 Warga Kendari Terpaksa Mengungsi ke Tenda Darurat
-
5 Rekomendasi HP RAM 12 GB Murah 2026, Performa Ngebut untuk Jangka Panjang
-
Air Laut Pasang dan Hujan Deras Rendam Bone: 2 Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Bongkar Masterplan John Herdman untuk Piala Asia 2027: Padukan Bintang Lokal dan Diaspora Eropa!
-
5 Mobil BMW Ini Konon Mudah Dirawat bak Toyota, Harganya Cuma Segini
-
Promo Indomaret 10 Mei 2026, Belanja Hemat untuk Stok Mingguan
-
Johan Manzambi Yakin Timnas Swiss Jadi Kuda Hitam Piala Dunia 2026, Meski Sama Sekali Tak Dijagokan