Indotnesia - Dinas Perhubungan Kota Bekasi menonaktifkan lampu merah di persimpangan jalan Transyogi Cibubur, Bekasi, Jawa Barat. Hal itu menjadi buntut dari kecelakaan maut yang mengakibatkan 11 orang meninggal dunia.
Sebelumnya, kecelakaan beruntun antara truk Pertamina, 11 sepeda motor, dan 2 minibus ramai menjadi perbincangan publik. Selain dugaan akibat rem blong pada truk pertamina, netizen menganggap posisi lampu merah CBD yang tidak tepat juga jadi pemicu kecelakaan.
Bahkan, sampai muncul petisi untuk menutup lampu merah tersebut. Atas dasar itulah, Dinas Perhubungan Bekasi akhirnya menonaktifkan traffic light tersebut.
"Ya untuk sementara, kami akan melakukan penyelidikan terhadap supir. Akan kita lakukan kerja sama dengan tim instansi terkait mengecek fungsi dari kendaraan tersebut,” kata Kabid Lalin Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi Teguh Indrianto, Selasa (19/7/2022) dikutip dari Suara.com.
“Untuk penyebab masih menunggu hasil investigasi KNKT, namun sementara simpang di tutup dan TL (traffic light) dinonaktifkan," imbuhnya.
Masyarakat menyebut lampu merah yang berada tepat setelah turunan, baik dari arah Jakarta ataupun Cileungsi itu sangat tidak tepat.
Selain itu, traffic light di persimpangan CBD juga sedikit terhalang oleh pilar fly over. Hal tersebut bisa membuat kagok pengemudi sehingga memicu kemungkinan terjadinya kecelakaan seperti yang dialami truk Pertamina.
Hingga saat ini, petisi bertajuk Tutup Lampu Merah Perempatan CBD transyogi Cibubur - Cileungsi telah ditandatangani oleh 33.258 orang dan masih terus berjalan.
Terkait kecelakaan maut, update terakhir dari Suara.com, tercatat korban meninggal sebanyak 11 orang, 5 orang luka berat, dan satu orang luka ringan.
Sementara, puing-puing akibat kecelakaan sudah dibersihkan agar tidak membuat kemacetan lalu lintas. Sebelumnya, lokasi kejadian ramai didatangi dan ditonton oleh masyarakat yang penasaran.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
Terkini
-
Bekasi Mencekam! SPBE di Mustikajaya Meledak Hebat, Warga Berhamburan Mengungsi
-
ASN Sumsel WFH Tiap Jumat, Enak atau Justru Jadi Ujian Disiplin?
-
Api Tak Pernah Padam di Kebun Hindoli: Sumur Minyak Ilegal di Lahan Sawit, Siapa yang Biarkan?
-
Modus Dukun Pengganda Uang, Pria di Kemang Bogor Cetak Rp620 Juta Uang Palsu Pakai Printer
-
Identitas Terlacak! Polisi Segera Tangkap Pembunuh Pria yang Terkubur 3 Meter di Cikeas
-
Sambangi Korsel, Bahlil Hasilkan 3 Kerja Sama Strategis di Sektor Energi
-
Tak Asal Tanam, Petani Sawit Mulai 'Melek' Gunakan Metode Ilmiah
-
Desa Pajambon Kuningan Bersinar Lewat Program Desa BRILiaN BRI, Berhasil Majukan Ekonomi Lokal
-
Detik-detik Perampokan Bersenjata di Indomaret Sekayu: Karyawan Ditodong, Brankas Dipaksa Dibuka
-
Sumbang Rp 4,96 T, ITDC Beberkan Efek MotoGP ke Ekonomi RI