Indotnesia - Belum lama ini Institut Ilmiah Polandia mengklasifikasikan kucing sebagai spesies “alien invasif”. Alasannya, hewan berbulu tersebut menimbulkan beberapa kerusakan pada burung dan satwa liar.
Mengutip dari Associated Press, hasil penelitian yang dipimpin oleh Wojciech Solarz, seorang ahli biologi itu menimbulkan kecaman publik terutama pecinta kucing. Menurut, Solarz sudah ada 1.786 spesies lain yang terdaftar sebagai spesies alien invasif dan tidak mendapat keberatan.
Untuk mendukung pernyataan tersebut, lembaga tersebut menerbitkan sebuah posting di situs webnya yang mengutip "kontroversi" dan berusaha untuk mengklarifikasi posisinya. Selain itu, mereka "menentang segala kekejaman terhadap hewan” dan berpendapat bahwa klasifikasinya sejalan dengan pedoman Uni Eropa.
Namun, apa itu spesies alien invasif atau invasive alien species (IAS)?
Convention on Biological Diversity menyatakan spesies alien invasif adalah tumbuhan, hewan, patogen, dan organisme lain yang bukan asli suatu ekosistem, dan yang dapat menyebabkan kerugian ekonomi atau lingkungan atau mempengaruhi kesehatan manusia.
Menurut European Commission, Spesies Alien Invasif (IAS) merupakan ancaman besar bagi tumbuhan dan hewan asli di Eropa, menyebabkan kerusakan lingkungan dan ekonomi di Eropa setiap tahunnya.
Lalu, sebenarnya apa yang membuat Spesies Alien Invasif (IAS) berbahaya?
Mengutip dari Convention on Biological Diversity, IAS berdampak buruk bagi keanekaragaman hayati, termasuk penurunan atau eliminasi spesies asli melalui persaingan, pemangsaan, atau transmisi patogen dan gangguan ekosistem lokal dan fungsi ekosistem.
Sementara Invasivenet, menyebutkan spesies alien invasif menjadi ancaman terbesar bagi keanekaragaman hayati di seluruh dunia.
Baca Juga: 3 Tips Memelihara Kucing agar Tidak Tertular Penyakitnya
Spesies ini dapat menggantikan spesies asli serupa melalui kompetisi serta membawa penyakit yang dapat membunuh penduduk asli, seperti wabah udang karang. Dampak ekonomisnya, dapat menimbulkan hama yang bisa mengurangi hasil pertanian.
Dapat disebut spesies alien invasif jika memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1. Mendirikan di daerah yang biasanya bukan penduduk asli
2. Tersebar melalui beberapa jalur
3. Menyebabkan kerusakan lingkungan dan/atau ekonomi
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Ketum PB IPSI Terpilih, Erick Thohir Siap Kawal Pencak Silat Mendunia
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Viral Kunjungan Komisaris Pusri di Padang, Rombongan Arteria Dahlan Foto di Tikungan Ekstrem
-
Amarah Warga Serbu Diduga Rumah Bandar Narkoba Berujung Kapolsek Panipahan Dicopot
-
'Pak Minta Nama!', Cerita Haru Nenek di Istana hingga Prabowo Usulkan Nama Adi Dharma
-
Selama Ini Disangka Hiasan, Ternyata Ini Makna Warna Ondel-Ondel yang Sesungguhnya
-
Sinopsis Film Mudborn: Kisah Boneka Tanah Liat Pembawa Petaka, Tayang di Netflix
-
Puji Kontribusi Masif Warga Jateng, Pramono Anung: Pilar Penting Jakarta Menuju Kota Global!
-
5 Sepatu Lari yang Tetap Keren Dipakai Ngantor di Sudirman, Nyaman Seharian Tanpa Ganti Sepatu
-
Pendidikan Asrama Gratis: Siswa Makan 3 Kali Sehari, Punya Tempat Tidur hingga Tumbler