/
Senin, 22 Agustus 2022 | 11:51 WIB
Data pribadi pelanggan Indihome dan PLN bocor di internet. (Pexels/Sora Shimazaki)

Indotnesia - Pada akhir pekan lalu, warganet heboh dengan dugaan kebocoran data pelanggan dari dua BUMN, yakni  PT PLN dan Indihome (PT Telkom Indonesia).

Pada Jumat (19/8/2022), akun Twitter @txtdrprogramer mengunggah gambar tangkapan layar yang menunjukkan ada sekitar 17 juta data pelanggan PLN yang bocor.

Data-data yang bocor seperti nama, ID pelanggan, tipe berlangganan, KWH, nomor unit alat, alamat, dan sebagainya. 

Hal tersebut lantas membuat Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) segera melakukan tindakan. Kominfo memanggil manajemen PLN pada Sabtu (20/8/2022). 

Manajemen PLN mengaku sedang mengevaluasi sistem keamanan siber perusahaannya sekaligus meningkatkan sistem perlindungan data pribadi pelanggan PLN.

Mengutip dari Suara.com, Dirjen Aptika Kemkominfo, Semuel A. Pangerapan mengatakan sistem operasional teknologi informasi PLN masih aman dan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.

"Kementerian Kominfo akan terus mereviu pemenuhan kewajiban PLN terhadap ketentuan perlindungan data pribadi yang berlaku, serta kewajiban lain yang terkait sesuai peraturan perundang-undangan," katanya.

Tak cukup di situ, publik kembali dikejutkan dengan bocornya data pribadi pelanggan Indihome. Bermula dari cuitan Pakar Keamanan Siber Teguh Aprianto di akun Twitter-nya @secgron.

Dia mengatakan terdapat 26 juta riwayat penjelajahan pelanggan yang bocor dan dibagikan gratis. Yang lebih mengkhawatirkan lagi, kebocoran itu juga termasuk nama dan nomor induk kependudukan (NIK).

Baca Juga: Konser Judika X Happy Asmara di GOR UNY Bikin Penonton Kecewa, Ini Penyebabnya

"Selama ini udah ketahuan mencuri browsing history milik pengguna melalui kerjasama antara Telkom dan anak usahanya di bidang advertising, Metranet," cuitnya"

"Setelah 26 juta data yang dicuri itu bocor jurus jitu yang selanjutnya dilakukan adalah denial," imbuhnya.

Dalam sebuah keterangan resmi kepada Antara, Minggu (21/8/2022), Vice President Corporate Communication Telkom Pujo Pramono mengatakan Telkom menjamin keamanan data pelanggan dengan sistem keamanan siber yang terintegrasi.

"Telkom tidak pernah mengambil keuntungan komersial apalagi memperjualbelikan data pribadi pelanggan," ujarnya.

Meski demikian, Pakar Keamanan Siber dari CISSReC Pratama Persadha menyebutkan kebocoran data Indihome terjadi karena hacker membobol sistem keamanan pada Agustus 2022 berukuran 16 GB yang berformat "CSV".

Total, ada 26 juta data riwayat peramban pelanggan yang hingga kini belum diketahui berapa harga dari data tersebut. Data-data tersebut bisa menjadi profiling bagi pelaku kejahatan siber sehingga pelanggan harus waspada.

Load More