- Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, mendukung kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto berlanjut untuk periode kedua.
- Zulhas menilai durasi lima tahun tidak memadai menuntaskan seluruh program strategis pemerintah yang sedang berjalan.
- Sebagai Menko Pangan, Zulhas menekankan urgensi keberlanjutan untuk merealisasikan swasembada protein dan program gizi.
Suara.com - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) yang juga menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), memberikan sinyal kuat dukungannya agar kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto berlanjut hingga dua periode.
Menurutnya, waktu lima tahun tidaklah cukup untuk menuntaskan program-program strategis yang sedang dijalankan pemerintah saat ini.
Zulhas menegaskan loyalitasnya kepada Prabowo yang sudah teruji dalam waktu yang lama.
Ia merasa tidak perlu lagi mempertanyakan komitmen dukungannya terhadap Presiden.
"Saya kok ditanya lagi gimana dukung Pak Prabowo? Lah kok nanya sama saya itu tuh... Saya ini kalah aja 15 tahun, ya kan?" ujar Zulhas ditemui di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (7/2/2026).
Bagi Zulhas, keberlanjutan kepemimpinan sangat krusial agar visi besar Presiden Prabowo dapat terealisasi sepenuhnya.
Ia menilai masa jabatan satu periode tidak memadai untuk menyelesaikan tantangan besar bangsa.
"Ya kalau sudah seperti ini, tentu untuk merealisasikan program-program Bapak Presiden 5 tahun nggak cukup ya," lanjutnya.
Sebagai Menko Pangan, Zulhas menyoroti beban tanggung jawab besar yang diembannya terkait hajat hidup orang banyak, terutama di sektor pertanian, peternakan, dan perikanan yang menjadi tumpuan ekonomi masyarakat kelas bawah.
Baca Juga: Prabowo: Setiap Kali Mau Berantas Korupsi, Kelompok 'Garong' Serang Balik Pakai Kerusuhan
"Dan saya sebagai Menko Pangan diberi tugas-tugas yang sangat penting menyangkut hajat hidup orang yang sangat banyak. Pangan... pangan itu pertanian, peternakan, nelayan, 30% rakyat yang paling bawah ada di situ. Jadi tugas sangat mulia, tentu tidak cukup 5 tahun, saudara-saudara sekalian," tegas Zulhas.
Lebih lanjut, ia memaparkan beberapa program prioritas yang tengah dikejar, mulai dari penyaluran makan bergizi gratis hingga target swasembada protein yang melibatkan pembangunan infrastruktur di kampung-kampung nelayan.
"Belum makan bergizi, makan bergizi ya... kita tahun ini akan memberikan 82,9 juta orang. Oleh karena itu kita harus dukung. Kalau kemarin swasembada beras, karbohidrat, maka tahun ini kita harus kejar swasembada protein. Maka kita akan membangun kampung nelayan, bioflok, dan lain-lain, tentu 5 tahun nggak cukup. Itu saja dulu," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Prabowo Siapkan Lahan di Bundaran HI untuk Gedung MUI hingga Ormas Islam, Dibangun 40 Lantai!
-
Jelang Bulan Suci, Prabowo Ajak Umat Berdoa Agar Indonesia Dijauhkan dari Perpecahan
-
Prabowo: Setiap Kali Mau Berantas Korupsi, Kelompok 'Garong' Serang Balik Pakai Kerusuhan
-
Pakai Baju Koko Putih, Prabowo Hadiri Acara Munajat Bangsa-Pengukuhan Pengurus MUI di Istiqlal
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Prabowo: Saya Tahu Siapa yang Bayar Demo, Pesertanya Ada yang Dibayar Rp 200 Ribu
-
DPR Apresiasi Polda Jabar Tangkap Taufik Hidayat, Pelaku Penyekapan Perempuan di Bandung
-
Kasus Suap Mahasiswa UBK, BEM UMY: Tak Bisa Selesai Hanya dengan Maaf
-
Usut Kasus Silmy Karim, KPK Geledah Kantor Biro Jasa di Bali
-
Dua Kebakaran Serang Duren Sawit Dini Hari, 23 Jiwa Terdampak dan Ratusan Juta Rupiah Ludes
-
KPK Periksa 13 Saksi Kasus Silmy Karim di Jakarta dan Bali, ASN Hingga Swasta Dicecar
-
Kafe MIlik Gofar Hilman di Melawai Terbakar Gara-Gara Percikan dari Fryer
-
Jakarta Menuju 500 Tahun, Pemprov Genjot Transportasi, Pendidikan, dan Penataan Permukiman
-
Indonesia Punya Potensi PLTS Besar, tapi Kenapa Baru Sedikit yang Terpakai?
-
JC Ditolak Kejagung, Kubu Sony Sonjaya Tetap Ancam Bongkar 'Dosa' Pejabat di Kasus MBG