Indotnesia - Jagat Twitter ramai dengan perbincangan tentang susu formula yang harganya hampir mencapai Rp1 juta per kotak. Meski dibalut dengan komentar penuh humor, tak jarang warganet yang malahan curhat.
"Eh bener adekku pediasure sendiri padahal kakak²nya lactogen, dia yg paling pinter, padahal dia di diagnosa dokter kalo dia nanti ga terlalu pinter, soalnya kepalanya pas mau lahir tuh di bantu vakum gitu. Tp ternyata kakak²nya aja yg bodoh," tulis seorang warga Twitter.
"Alumni SGM itupun minum nya gak tiap hari, alhamdulilah apoteker guyss meskipun tdk dgn susu mahal otak ku mampu menampung rumus dan struktur2 obat," curhat netizen lainnya.
Lalu, benarkah susu formula mahal bisa membuat bayi tumbuh menjadi anak yang lebih pintar?
Sebelum menjawab itu, mari kita pahami bahwa susu formula bayi yang dijual secara komersial merupakan alternatif bergizi untuk bayi. Susu formula bahkan mengandung beberapa vitamin dan nutrisi yang diperlukan bayi.
Mengutip dari Nemours Children's Health, susu ini diproduksi secara steril dengan kombinasi kompleks protein, gula, lemak, dan vitamin yang tidak mungkin dibuat di rumah.
Jadi, apabila ibu tidak bisa memberikan ASI, susu formula bisa menjadi pilihan. Susu formula dijual dengan harga mulai Rp20.000 hingga mencapai ratusan ribu rupiah,.
Meski demikian, susu dengan harga mahal tidak menentukan kecerdasan anak. Melansir dari Daily Mail, sebuah penelitian di University College London membandingkan IQ anak yang diberi enriched formula milk atau susu formula yang diperkaya tidak akan membuat anak-anak lebih pintar dari yang lainnya.
Para peneliti menganalisis hasil ujian anak-anak usia 11 dan 16 tahun, dan membandingkannya dengan jenis susu formula yang mereka berikan saat bayi.
Baca Juga: Viral Emak-emak Curi Motor di Showroom, Ending-nya Begini
Ternyata, hasilnya menunjukkan nilai hasil ujian mereka sama, terlepas apakah mereka mengonsumsi susu formula standar, atau susu formula yang diperkaya (enriched).
"Perbedaan dalam kinerja akademik antara susu formula yang dimodifikasi dan yang standar, konsisten dengan perbedaan yang diukur dalam uji coba asli dan dalam literatur eksternal; yaitu, tidak ada manfaat dari modifikasi susu formula bayi pada hasil kognitif," demikian bunyi hasil penelitian yang telah diterbitkan oleh British Medical Journal.
Penelitian tersebut memang tidak spesifik berbicara tentang harga. Namun, susu formula yang mahal biasanya diperkuat dengan kandungan gizi, termasuk vitamin dan mineral.
Untuk membesarkan anak yang pintar, bisa dimulai dari sejak kandungan. Melansir Healthline, perkembangan otak bayi dimulai sejak masih berada di dalam kandungan.
Pemberian nutrisi yang tepat, hindari merokok, dan tidak minum alkohol dapat membantu anak mencapai potensi penuh mereka. Nutrisi yang baik, berbicara pada anak, tetap aktif, kurangi waktu melihat ponsel, dan atur ekspektasi Anda juga menjadi bagian yang tak bisa diabaikan.
Dengan begitu, bayi akan tumbuh menjadi anak yang cerdas dan penuh kasih sayang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya
-
Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar
-
Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?
-
Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi
-
Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi
-
Mengenal Profesi Mixologist, Peracik Minuman yang Kini Makin Diburu Industri F&B
-
Minta Rp4 Juta lalu Sita HP Korban! Modus Polisi Gadungan Terbongkar di Banyumas
-
Indonesia Masih Bergantung pada Obat Impor, Kemandirian Farmasi Jadi Tantangan
-
Nekat Gelantungan di Pintu KRL saat Mabuk, Pria Ini Resmi Masuk Daftar Hitam KAI Commuter
-
Proyek E10 Ambisius, Tapi Siapa Mau Pasok Tebu untuk Pemerintah?