/
Minggu, 04 September 2022 | 15:16 WIB
Lirik lagu Galang Rambu Anarki. (YouTube/ Iwan Fals Musica)

Indotnesia - Kebijakan pemerintah dalam menaikan harga BBM subsidi menuai pro-kontra di masyarakat. Bahkan, kenaikan harga tersebut membuat lagu Galang Rambu Anarki karya Iwan Fals jadi perbincangan di media sosial.

Lagu Galang Rambu Anarki menceritakan tentang kelahiran seorang anak yang lahir bertepatan dengan tahun baru 1 Januari 1982 sekaligus tentang suasana politik Indonesia yang berdampak pada kenaikan harga BBM.

Judul lagu tersebut diambil dari nama putra pertama Iwan Fals yang telah meninggal dunia pada tahun 1997. 

Selain mengisahkan tentang menyambut kelahiran sang anak pertama, lagu Galang Rambu Anarki juga merupakan sebuah kritikan seorang musisi kepada pemerintah tentang bagaimana kondisi rakyat Indonesia dikala itu.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini lirik lagu Galang Rambu Anarki yang dapat menjadi referensi lagu ditengah kondisi kenaikan harga BBM.

Galang rambu anarki anakku

Lahir awal januari menjelang pemilu

Galang rambu anarki dengarlah

Terompet tahun baru menyambutmu

Baca Juga: Kelebihan Motor Listrik, Alternatif Pilihan Kendaraan Tanpa Isi BBM

Galang rambu anarki ingatlah

Tangisan pertamamu ditandai bbm

Membumbung tinggi

Maafkan kedua orangtuamu

Kalau tak mampu beli susu

Bbm naik tinggi

Susu tak terbeli orang pintar tarik subsidi

Mungkin bayi kurang gizi

Galang rambu anarki anakku

Cepatlah besar matahariku

Menangis yang keras janganlah ragu

Tinjulah congkaknya dunia buah hatiku

Doa kami di nadimu

Galang rambu anarki dengarlah

Terompet tahun baru menyambutmu

Galang rambu anarki ingatlah

Tangisan pertamamu ditandai bbm

Melambung tinggi

Maafkan kedua orangtuamu

Kalau tak mampu beli susu

Bbm naik tinggi

Susu tak terbeli orang pintar tarik subsidi

Mungkin bayi kurang gizi

Galang rambu anarki anakku

Cepatlah besar matahariku

Menangis yang keras janganlah ragu

Tinjulah congkaknya dunia buah hatiku

Doa kami di nadimu

Cepatlah besar matahariku

Menangis yang keras janganlah ragu

Hantamlah sombongnya dunia buah hatiku

Doa kami di nadimu

Load More