Indotnesia - Pada 58 tahun yang lalu, tepatnya pada 1964, lebih dari 300 orang meninggal dunia akibat kericuhan suporter terbesar dalam sejarah sepak bola dunia.
Peristiwa itu terjadi di Lima, Peru, yang dikenal sebagai Tragedi Estadio Nacional Peru. Setelah kejadian tersebut, rentetan kerusuhan dalam pertandingan sepak bola terus terjadi di berbagai belahan dunia.
Salah satu yang terburuk adalah tragedi Kanjuruhan di Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022), dengan korban jiwa mencapai 131 orang.
Dalam 40 tahun terakhir, berbagai peristiwa yang membuat nyawa suporter sepak bola melayang terjadi di sejumlah negara. Berikut sejumlah insiden besar di stadion sepak bela selama 40 tahun terakhir, seperti dikutip dari Reuters:
Oktober 2022, Indonesia
Sedikitnya 131 orang tewas dan lebih dari 320 orang lainnya mengalami luka-luka setelah menyaksikan pertandingan sepak bola antara Arema FC dan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan.
Suporter Arema FC turun ke lapangan menyusul kekalahan klub kesayangan mereka dengan skor 3-2. Namun, polisi menembakkan gas air mata sehingga memicu banyak suporter menyerbu lapangan.
Januari 2022, Kamerun
Awal tahun, sebanyak 8 orang tewas dan 38 orang cedera akibat terinjak-injak di Stadion Yaounde Olembe di Kamerun. Insiden tersebut terjadi sebelum pertandingan babak 16 Piala Afrika.
Baca Juga: Baim Wong Kembali Jadi Trending di Twitter, Unggah Konten Soal KDRT
Februari 2012, Mesir
10 tahun sebelum peristiwa di Kamerun, suporter sepak bola membuat kerusuhan di akhir pertandingan antara klub Al-Masry dan Al-Ahly di kota Port Said. Sebanyak 73 orang tewas dan lebih dari 1.000 orang terluka. Pada akhirnya, liga Mesir ditangguhkan selama dua tahun.
Maret 2009, Pantai Gading
Sekitar 19 orang tewas dalam bentrok yang terjadi di Stadion Felix-Houphouet-Boigny Abidjan sebelum pertandingan kualifikasi Piala Dunia antara Pantai Gading dan Malawi.
Mei 2001, Ghana
Sebanyak 126 orang tewas terinjak-injak di stadion sepak bola Accra di Ghana. Polisi menembakkan gas air mata ke arah suporter yang rusuh, menjadikan insiden ini sebagai salah satu tragedi sepak bola terburuk.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon
-
Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam
-
Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?
-
Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas
-
Presiden Prabowo Diminta Segera Evaluasi Kinerja Mendag, Ada Apa?
-
Abdul Wahid Menunggu Vonis, Berharap Putusan Benar-benar Adil
-
Puluhan Tangki Tiap Musim Kemarau Tak Selesaikan Masalah, Warga Kemesu Minta Pencarian Sumber Air
-
Kasus Hutan Lindung Tanjung Piayu, PT GTP Resmi Jadi Tersangka Korporasi
-
9 Rekomendasi Parfum yang Cocok untuk Zodiak Taurus, HMNS hingga Mykonos
-
Kebakaran Hebat Landa Permukiman Padat di Kebayoran Lama, 28 Unit Damkar Dikerahkan