Indotnesia - Setelah sebelumnya menggelar acara lamaran saat makan malam romantis dengan gemerlap lampu di tengah taman, pasangan Sica Kohl dan Jess No Limit kembali membagikan momen kebahagiaan mereka saat mengadakan prosesi tingjing lewat akun Instagram masing-masing, Kamis (6/10/2022).
“Kalungan / Tingjing () Mr. & Mrs. No Limit 10 Agustus 2022 ,” tulis Jess No Limit dalam keterangan foto yang diunggahnya di Instagram.
Diketahui, Jess No Limit telah melamar Sisca Kohl sejak 16 Juni 2022 dan secara adat mereka menggelar prosesi tingjing pada 10 Agustus 2022.
Lalu, apa itu prosesi tingjing yang dilakukan oleh pasangan influencer Jess No Limit dan Sisca Kohl?
Proses tingjing merupakan prosesi lamaran khas adat istiadat Tiongkok yang umumnya dilakukan oleh masyarakat Tionghoa dengan suku Hokkian.
Dilansir dari laman tionghoa.info, tingjing adalah prosesi lamaran yang dilakukan oleh pihak keluarga laki-laki. Prosesi ini akan berlangsung pada pagi atau siang hari sekitar pukul 9 hingga 11, lalu dilanjutkan dengan acara ramah tamah atau makan siang bersama keluarga.
Sebagai salah satu prosedur sebelum menggelar acara pernikahan, tingjing menjadi momen untuk menentukan tanggal pernikahan.
Hampir sama dengan tradisi lamaran di Indonesia, prosesi tingjing juga dilakukan dengan pihak pria datang ke rumah keluarga wanita membawa sejumlah hantaran.
Baca Juga: Asal Usul Yogyakarta hingga Kini Dikenal sebagai Daerah Istimewa
Untuk susunan acara, umumnya dimulai dengan sesi kata-kata sambutan yang saling berbalas, lalu pihak keluarga wanita memberikan jawaban untuk menerima pinangan dari keluarga pria.
Setelah itu, Ibu dari si pria akan memakaikan kalung sebagai tanda pengikat kepada sang wanita bahwa ia telah dipinang.
Kemudian, kedua belah pihak keluarga akan saling berdiskusi dalam menentukan tanggal pernikahan, termasuk mempersiapkan Bazi masing-masing.
Dalam istilah Jawa, Bazi sama halnya dengan Weton, yaitu hitungan hari lahir yang digunakan sebagai patokan dalam menentukan tanggal baik seperti untuk melangsungkan pernikahan.
Bazi memiliki 8 angka yang terdiri dari 2 tanggal, 2 angka bulan, 2 angka tahun, dan 2 angka jam lahir. Kemudian, deretan itu dikombinasikan dengan Shio, unsur, dan sebagainya.
Meski begitu, saat ini banyak orang Tionghoa juga menentukan tanggal pernikahan berdasarkan tanggal dan bulan unik. Selain itu, dapat pula tanggal hari bahagia itu digelar pada hari Sabtu atau Minggu agar tidak terbentur dengan kesibukan masing-masing.
Setelah menggelar prosesi tingjing, biasanya tanggal pernikahan akan ditetapkan dalam kurun waktu 6 bulan hingga 1 tahun.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim