Indotnesia - Waralaba restoran asal Australia, Karen’s Diner yang mengusung konsep pelayanan judes atau tidak ramah pelanggan akan segera membuka cabang di Jakarta, Indonesia, pada Selasa (20/11/2022).
Bekerjasama dengan restoran lokal Bengkel Burger, Karen’s Diner juga telah mengumumkan sedang mencari karyawan, yaitu Senior Cook dan Part Time Waiters.
Untuk part time waiters atau pekerja paruh waktu, salah satu syarat yang diajukan adalah cocok dengan karakteristik pelayanan ala Karen’s Diner, yaitu mampu melayani pesanan sembari bersikap judes, marah-marah hingga memaki pelanggan.
Menanggapi penerapan konsep pelayanan di Karen’s Diner yang tidak ramah pelanggan, seorang warganet membagikan opininya terkait hal tersebut dalam cuitannya lewat akun Twitter @tanyakanrl.
“ga peduli seberapa orang ga setuju sama opini gua yang jelas gua kekeh bahwa gua kurang setuju ini ada di Indonesia dimana budaya disini sangat menjunjung tinggi sopan santun dan ramah nya,” tulisnya dalam keterangan foto rekrutmen waiters Karen’s Diner yang diunggahnya.
Cuitan itu lantas banjir pro-kontra warganet lain. Ada yang menyebut bahwa itu hanyalah konsep yang diatur, sehingga bukan secara sengaja bertindak tidak sopan kepada pelanggan.
“Konsep dinner bukan yang tiba tiba dateng. Ketika mereka reservasi, mereka sudah setuju dengan terms yang berlaku buat dapetin experience di resto itu,” tulis seorang warganet.
“Funfact: ini resto harus booking dulu nder... target marketnya bukan Lu... g ada kewajiban… Lu g setuju ya g usah booking..., persis kek makan babi atau minum alkohol, g setuju ya g usah beli... sesederhana itu...,” ungkap warganet lainnya.
“aku b aja sih. ini kan pelanggan sengaja bayar untuk experiencenya. kalo gamau rasain dimaki-maki ya gausah datang ke situ. lagian pegawainya kan kalo lagi ga kerja tetep ga boleh asal maki-maki orang di luar resto,” timpal komentar salah satu warganet.
Baca Juga: Sinopsis First Love, Serial Drama Jepang yang Langsung Jadi Trending Twitter Usai Dirilis
Ada pula warganet lain yang merasa bahwa konsep tersebut justru akan memberikan dampak negatif bagi kondisi psikologi pekerja maupun pelanggan, meski hanya untuk bersenang-senang.
“Karen Dinner udah dikritik habis2an sama berbagai ilmuan psikologi karena harmful banget, baik buat pekerjanya, atau buat orang yang dateng dengan niat cari gimmick,” tulis salah seorang warganet yang kontra terhadap pembukaan Karen’s Diner di Indonesia.
“Apa gak kebayang gimana emotional labournya kerja dengan marah berjam-jam kali hari kerja dalam sebulan?” lanjutnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan