Indotnesia - Ratusan orang Rohingya yang menumpangi kapal dari Bangladesh terdampar di Aceh, pada Minggu (25/12/2022) setelah hampir satu bulan terapung di laut.
Setidaknya ada dua rombongan kapal yang terdampar di perairan Indonesia, yaitu rombongan kapal pertama mengangkut 57 orang Rohingya terdampar di pesisir Desa Ladong, Aceh Besar dan rombongan kedua dengan 174 orang tiba pada Senin (26/12/2022) di pesisir Desa Ujung Pie, Pidie.
Setelah sampai di daratan, ratusan imigran tersebut diperiksa kondisi kesehatannya karena mayoritas dari mereka mengalami kelelahan dan dehidrasi parah.
Dikenal dengan julukan sebagai ‘manusia perahu’, orang Rohingya diketahui merupakan warga Muslim minoritas yang berasal dari Myanmar.
Untuk mengenal lebih dekat tentang orang Rohingya, berikut di bawah ini penjelasannya.
Sejarah Etnis Rohingya yang Sejak Lama Terusir hingga Kini Terlantar
Orang Rohingya merupakan bagian dari etnis Rohingya, yaitu warga Muslim minoritas yang keberadaannya tersebar menetap di bagian Arakan, Myanmar sejak abad 15 SM.
Pada masa kepemimpinan Raja Narameikhla di Arakan, Myanmar, ia mempersilahkan warga Muslim keturunan Bangladesh bermigrasi ke wilayah kekuasaannya dan merekrut beberapa dari mereka sebagai penasihat kerajaan.
Dari situ, dapat dikatakan pula bahwa etnis Rohingnya adalah warga Muslim pertama yang bermukim di Myanmar sejak sekitar tahun 1430-an.
Baca Juga: TREASURE Bakal Gelar Konser Tunggal di Indonesia, Berikut Jadwalnya
Sepeninggal Raja Narameikhla, keberadaan etnis Rohingya mulai terusik setelah daerah Arakan dikuasai oleh warga Burma beragama Budha dari wilayah selatan Myanmar pada tahun 1785.
Kekuasaan warga Burma membuat etnis Rohingya terusir dari tanah Arakan dan mengakibatkan mereka terpaksa melarikan diri ke Bengali yang menjadi bagian dari warga koloni Inggris, British Raj di India.
Pada tahun 1826, perang pertama antara Inggris dan Burma pecah dan kemudian dimenangkan oleh pemerintah kolonial Inggris yang mengambil alih Arakan.
Setelah dikuasai oleh Inggris, para petani dari Bengali yang di antaranya merupakan etnis keturunan Rohingya dianjurkan untuk pindah ke daerah Arakan yang saat itu belum berpenduduk padat.
Proses perpindahan atau imigrasi petani Bengal ke Arakan tersebut memunculkan penolakan dari mayoritas warga Budha Rakhine yang saat itu tinggal di Arakan.
Lalu, pada Perang Dunia II berlangsung, Inggris tak lagi menguasai Arakan dan kemudian wilayah tersebut dikuasai oleh Jepang yang sedang berekspansi ke Asia Tenggara.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Masyarakat ke Gedung Negara Grahadi, Gubernur Khofifah: Riyayan Dekatkan Warga pada Pemimpinnya
-
Kasatgas PRR: Rehabilitasi Pascabencana Tetap Prioritas, Kehadiran Presiden Jadi Bukti
-
CEK FAKTA: Viral Video Ratusan Jet Tempur Ukraina Menyerbu Iran, Benarkah?
-
Bacaan Niat Puasa Syawal Digabung Puasa Senin Kamis, Bolehkah?
-
Nafsu Besar Bos AC Milan, Ingin Mengembalikan Kejayaan Serie A seperti Era 90-an
-
Serapan Jagung Pipil Bulog Sumut Tembus 1.784 Ton, Harga Tinggi Jadi Tantangan
-
10 Cara Menyimpan Kue Lebaran Tetap Renyah dan Tahan Lama, Anti Melempem!
-
6 Destinasi Wisata Lumajang untuk Libur Lebaran 2026, Surga Alam Eksotis di Kaki Semeru
-
5 Cara Alami Usir Kolesterol usai Santap Sajian Lebaran, Simvastatin Minggir Dulu
-
1.611 Narapidana Lapas Malang Dapat Remisi Idul Fitri, 7 Orang Langsung Bebas