Di tengah penarikan pasukan Inggris dari Arakan, etnis Muslim Rohingya dan warga Myanmar penganut agama Buddha lantas terlibat konflik dengan membantai satu sama lain.
Kondisi etnis Rohingya yang tidak memiliki cukup kekuatan, akhirnya membuat mereka pada saat itu meminta perlindungan Inggris dan menawarkan menjadi mata-mata Sekutu.
Namun, hal tersebut segera diketahui oleh pemerintah Jepang hingga membuat banyak warga Rohingya di Arakan disiksa, diperkosa hingga dibunuh.
Perseteruan yang semakin membuat warga Arakan terpolarisasi oleh konflik dan perbedaan keyakinan itu, kemudian memicu pemberlakuan hukum kewarganegaraan di Burma pada tahun 1982 yang menolak status kewarganegaraan etnis Rohingya.
Sejak tahun 1990-an, doktrin terhadap penggunaan istilah “Orang-orang Rohingya” untuk merujuk penyebutan etnis Rohingya semakin meningkat hingga mereka kerap mengalami diskriminasi berupa penganiayaan, pemerkosaan dan kelaparan di Myanmar.
Tercatat pada 2013, ada sekitar 1,3 juta orang Rohingya menetap di Myanmar dan mayoritas tinggal di kota-kota Rakhine Utara.
Menjadi salah satu etnis minoritas yang paling teraniaya di dunia, banyak warga etnis Rohingnya yang mencoba mendapatkan kehidupan lebih baik dengan melarikan diri ke sejumlah negara tetangga.
Permasalahan etnis Rohingya yang teraniaya sejak lama ini juga telah mendapatkan perhatian internasional, terutama dalam mengamati upaya mereka menempuh perjalanan laut yang berbahaya untuk melarikan diri ke beberapa negara Asia Tenggara, salah satunya Malaysia sebagai tujuan utama.
Baca Juga: TREASURE Bakal Gelar Konser Tunggal di Indonesia, Berikut Jadwalnya
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Minuman Kafein Bisa Picu Migrain, Dokter Ungkap Pola Minum yang Aman
-
Wasekjen PBNU: Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari Syuriyah PWNU Jateng
-
Membludak! Audisi Miss Indonesia 20th Catat Peningkatan Peserta di Sejumlah Kota
-
Malut United dan Adhyaksa FC Diisukan Ganti Nama, I.League Ingatkan Ancaman Pengurangan Poin
-
Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua
-
Jangan Sepelekan! Konsumsi Obat Pereda Nyeri Berlebihan Bisa Picu Sakit Kepala Berulang
-
Kabar Gembira! Pajak Film Nasional di Jakarta Dipangkas 50 Persen
-
Hasil Piala Dunia 2026, Jepang Kesetanan Bantai Tunisia 4-0
-
3 Cara Ampuh Atasi Kantuk Setelah Makan Siang, Biar Tetap Fokus
-
Makna Lagu Oasis 'Wonderwall' dalam Perayaan Kemenangan Timnas Inggris