Indotnesia - Tanaman ciplukan di Indonesia dapat dengan mudah ditemukan, terutama di area persawahan, pinggir sungai atau semak-semak yang rimbun.
Saking banyaknya, ciplukan sering dianggap sebagai salah satu jenis tanaman liar. Meski begitu, tanaman satu ini justru memiliki banyak manfaat yang baik bagi kesehatan tubuh.
Di luar negeri harga ciplukan dapat dibanderol mulai dari Rp30 ribu per 100 gram. Sedangkan di situs belanja online Amazon, harga 3 pak buah ciplukan seberat 3 ons dijual dengan harga sekitar Rp418 ribu.
Kaya akan kandungan gizi yang baik untuk kesehatan tubuh, lalu apa saja manfaat dari tanaman ciplukan? Simak penjelasannya di bawah ini.
Ciplukan merupakan tanaman yang mudah tumbuh liar di daerah tropis. Memiliki bentuk bulat berwarna kuning oranye, buah yang memiliki nama latin Physalis angulata ini punya rasa manis keasam-asaman.
Dalam buah ciplukan mengandung vitamin C, fisalin, zat gula, tanin, cryptoxanthin, asam malat, dan alkaloid.
Sementara pada akar dan batangnya mengandung saponin dan flavonoid. Sedangkan daunnya menyimpan kandungan polifenol dan asam klorogenat, serta biji ciplukan mengandung asam elaidat.
Adapun manfaat ciplukan dipercaya dapat mengatasi gangguan kesehatan, yaitu buahnya dapat menurunkan risiko kanker, diabetes, mengobati epilepsi, menjaga kesehatan mulut dan tenggorokan.
Baca Juga: Curi Perhatian dalam Drama Island, Berikut Profil Kim Nam Gil
Akar pada ciplukan bermanfaat sebagai anti-inflamasi hingga meningkatkan sistem imun. Sementara batang buah ini juga menyimpan kandungan antineoplastik yang dapat mencegah pertumbuhan dan penyebaran sel-sel kanker.
Tak hanya pada daging buah, akar, dan batang, daun pada ciplukan juga memiliki manfaat untuk mengobati vertigo, menurunkan tekanan darah, dan mengatasi masalah jantung.
Tentunya, pemanfaatan ciplukan sebagai salah satu alternatif tanaman obat tradisional perlu dilakukan oleh ahlinya atau orang yang memahami pengelolaan tanaman ini dengan baik.
Untuk ciplukan yang sudah kering, biasanya dikonsumsi dengan cara menyeduhnya menjadi sajian teh herbal.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
Terkini
-
Pelatihan Militer untuk Calon Manajer Koperasi Merah Putih, Apa Urgensinya?
-
Korupsi Kuota Haji Rp622 Miliar, KPK Mulai Bidik Pengisian Kuota PT Makassar Toraja
-
ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman
-
BEM Unsri Akhirnya Turun Aksi Kritisi Pemerintahan Prabowo, Bawa 8 Tuntutan
-
4 Contoh Sepatu Skechers Berbahan Kulit Babi, Konsumen Muslim Wajib Cek Deskripsi Produk
-
Krim Kelly untuk Usia Berapa Sebenarnya? Intip Kandungan Skincare Legendaris Ini
-
Motor Dicuri, Driver Ojol Tak Menyangka Polisi Lakukan Hal Ini
-
MBG Disetop Saat Libur Sekolah, BGN Disomasi: Ibu Hamil dan Balita Tetap Butuh Nutrisi!
-
4 Basic Skincare Wardah untuk Meredakan Kemerahan dan Jerawat, Lengkap dengan Review Pembeli
-
Inspirasi K-Wellness dan AI Home LG ala Shin Ye Eun