Indotnesia - Film Korea Selatan berjudul Train to Busan saat ini sedang jadi perbincangan warganet Twitter hingga jadi trending topik, pada Kamis (2/2/2023).
Hal tersebut bermula dari akun Twitter @moviemenfes yang mengunggah tangkapan layar seseorang bertanya tentang film zombie dengan rate tertinggi.
“Film zombie dengan rate tertinggi menurut kalian,” bunyi kutipan yang dibagikan pada Rabu (1/2/2023).
Menanggapi pertanyaan tersebut, sejumlah warganet mengungkapkan bahwa film Train to Busan cocok masuk dalam daftar salah satu film zombie dengan rate tertinggi.
Menurut mereka, film tersebut tidak hanya menyuguhkan adegan mendebarkan saat sekumpulan orang dikejar zombie, tetapi juga premis cerita drama yang mengharukan.
Nah, untuk kamu yang belum pernah menonton film Train to Busan dan penasaran dengan jalan ceritanya, simak sinopsisnya di bawah ini.
Film Train to Busan telah dirilis sejak tahun 2016 karya sutradara Sang-ho yang diperankan oleh Gong Yoo sebagai tokoh utama.
Mengusung genre horor-thriller, film ini mengisahkan tentang Seok Woo (Gong Yoo) yang berusaha untuk bertahan hidup dalam perjalanannya bertemu dengan anak dan istrinya ketika wabah zombie tiba-tiba menyerang Korea.
Baca Juga: Jejak Karier Kazuyoshi Miura, Pemain Sepak Bola yang Masih Aktif di Usia 55 Tahun
Seok Woo digambarkan sebagai seorang pria workaholic yang telah bercerai dan hanya tinggal bersama dengan ibu serta putrinya Su-an (Kim Su-an).
Karena pekerjaan, ia jarang menghabiskan waktu dengan kedua orang yang dicintainya tersebut dan berniat menembus momen kebersamaan dengan mengunjungi sang ibu di Busan.
Dalam perjalanan ke rumah ibunya di Busan dengan jarak 280 mil menggunakan kereta, perjalanan Gong Yoo dan Su-an tiba-tiba berubah menjadi mencekam.
Hal tersebut dimulai dari seorang penumpang wanita di kereta yang memiliki bekas gigitan di lutut masuk ke dalam gerbong.
Ternyata, gigitan tersebut merupakan tanda bahwa wanita itu terkena wabah zombie yang menjadikannya mayat hidup dan mampu menginfeksi serta memakan sesama manusia.
Wabah tersebut kemudian semakin menyebar dari yang semula menggigit seorang petugas wanita, berkembang hampir sebagian besar penumpang kereta terinfeksi.
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Tol Bocimi KM 72 Longsor! Jalur Arah Bogor dan Jakarta Ditutup Sementara
-
Identitas Korban Bus ALS di Muratara Mulai Terungkap, Ini Daftar Nama yang Sudah Teridentifikasi
-
5 Poin Panas Polemik PSEL Bogor: Mulai dari Ancaman Kesehatan Hingga Tawaran Studi Banding ke China
-
Bus ALS yang Terbakar di Muratara Ternyata Bawa Motor dan Tabung Gas Elpiji
-
5 Rekomendasi Brand Sepatu Lokal Terbaik yang Sedang Trend di Tahun 2026, Gaya Kamu Auto Naik Level
-
5 Rekomendasi Wisata Karawang Wajib Kamu Kunjungi Bareng Keluarga, Dijamin Seru dan Edukatif
-
Sejumlah Kader Nasdem dan Parpol Lain di Kabupaten Sarmi Papua Pindah ke PSI
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Perjalanan Pasutri asal Pati Berubah Mencekam saat Bus ALS Terbakar di Muratara
-
4 Rekomendasi Sepeda Gunung United Bike yang Ramah di Kantong Banget, Mulai Rp2 Jutaan