Indotnesia - Gempa tektonik berkekuatan magnitudo 5,4 baru saja mengguncang Jayapura Papua. Kejadian itu menambah daftar panjang gempa susulan yang telah terjadi sebanyak 1.072 kali dan disebut berdampak terparah.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan gempa yang terjadi di wilayah Jayapura terjadi pada pukul 13.28 siang ini, Kamis (2/9/2022).
“Hari Kamis 09 Februari 2023 pukul 13.28.02 WIB wilayah Jayapura, Papua diguncang gempa tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,2,” dikutip dari keterangan BMKG di Instagram @infobmkg.
Gempa magnitudo 5,4 itu disebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Meski begitu, gempa kali ini dirasakan oleh masyarakat di sekitar daerah Jayapura serta berdampak kerusakan pada sejumlah bangunan.
“Dampak gempa bumi ini dilaporkan menimbulkan kerusakan pada beberapa bangunan di Jayapura. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI,” bunyi keterangan lanjutan.
Menurut hasil pengamatan BMKG, di Jayapura telah terjadi gempa susulan sebanyak 1.072 kali dengan 128 guncangan yang dirasakan masyarakat. Data tersebut terhitung sejak 2 Januari 2023 hingga 9 Februari 2023 pukul 14.00 WIB.
“Sejak 2 Januari 2023 hingga Kamis, 9 Februari 2023 pukul 14:00 WIB telah terjadi gempa bumi di wilayah sekitar Kota Jayapura sebanyak 1.072 kali dengan 128 kejadian diantaranya dirasakan oleh masyarakat.”
Dari kurun waktu tersebut, gempa Jayapura yang terjadi siang tadi disebut yang terparah karena menimbulkan banyak kerusakan.
Melansir akun Twitter @jayapuraupdate, dalam video unggahannya nampak tebing tanah longsor akibat gempa. Selain itu sejumlah gedung terlihat retak dan bagian dalamnya ada yang berguguran.
Baca Juga: Gempa Magnitudo 7,8 Guncang Turki, Terjadi di Perbatasan Dekat Suriah
Video unggahan itu juga menampakkan beberapa orang di rumah sakit dievakuasi dan dikeluarkan dari gedung.
“Dampak dari gempa yang barusan melanda Kota Jayapura.. Dari rentetan ratusan gempa dan tremor sejak bulan Januari 2023.. Ini yang paling besar “sejauh ini”,” tulis akun tersebut, Kamis (9/2/2023).
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran
-
Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija
-
Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger
-
Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League
-
Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa
-
Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara
-
Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU
-
Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum
-
Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok
-
Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan