/
Rabu, 29 Maret 2023 | 15:24 WIB
Profil Lasminingrat yang tampil dalam Google Doodle. (Google Doodle)

Setelah menikah dengan Bupati Garut, Raden Adipati Aria Wiratanudatar VII, Lasminingrat menghentikan aktivitas kepengarangannya lalu berkonsentrasi di bidang pendidikan bagi perempuan Sunda.

Pada 1913, Sakola Kautamaan Istri mendapatkan pengesahan dari pemerintah Hinda Belanda dengan jumlah murid mencapai 200 orang.

Saat ini, bangunan sekolah yang didirikan Lasminingrat dipakai SMA Negeri 1 Garut yang terletak di sebelah timur alun-alun.

Dalam perjuangannya membangun pendidikan bagi kaum pribumi, Lasminingrat mendapatkan penghargaan dan kompensasi tetap bulanan selama mengajar dari pemerintah kolonial.

Pada masa pendudukan Jepang, Sakola Kautamaan Istri kemudian diganti nama menjadi Sekolah Rakyat (SR) dan mulai menerima murid laki-laki.

Sejak tahun 1950, SR berubah menjadi SDN Ranggalawe I dan IV dan di tahun 1990-an berubah lagi menjadi SDN Regol VII.

Hingga usia 80 tahun, Lasminingrat masih aktif, meski tidak langsung dalam dunia pendidikan. Ia meninggal pada 10 April 1948 di usia 94 tahun dan dikebumikan di belakang Masjid Agung Garut.

Load More