Indotnesia - Tupperware menjadi primadona bagi sebagian ibu-ibu. Bahkan, kerap muncul lelucon apabila anak atau suami lupa membawa pulang tempat bekal Tupperware-nya, maka bakal menimbulkan masalah besar di keluarga.
Tapi baru-baru ini muncul kabar kalau Tupperware terancam gulung tikar. Melansir USA Today, Senin (10/4/2023), saham perusahaan yang tercatat di New York Stock Exchange mengalami penurunan terus menurun.
Bahkan terancam untuk dihapus dari pencatatan bursa karena nggak mengajukan laporan tahunan 2022. Tapi pihak Tupperware berjanji akan mengajukan laporan tersebut dalam 30 hari ke depan.
Digandrungi oleh ibu-ibu, bagaimana sih sejarah Tupperware hingga bisa mendunia?
Tupperware berdiri pada 1947 ketika Earl Tupper merancang peralatan dapur dari polietilena atau Poli-T, yang diberi nama Tupperware. Pengusaha asal Massachusetts itu memperkenalkan Tupperware setelah Perang Dunia II.
Melansir History, pada awalnya, orang-orang nggak mengerti apa itu Tupperware dan bagaimana menggunakannya. Kemudian, dengan jasa seorang perempuan ambisius dan pasukan penjualnya, wadah inovatif itu terjual ke seluruh Amerika.
Dengan menggunakan strategi, para perempuan berkumpul pada acara The Tupperware Home Parties di era 1950-an hingga 1960-an. Pesta itu jadi satu-satunya cara untuk membeli sederet wadah penyimpanan plastik gagasan Earl Tupper.
Dalam acara tersebut, mereka akan bermain game, melempar mangkuk plastik, dan mengobrol tentang kehidupan mereka. Di situlah, para penjual membagikan formulir pemesanan Tupperware.
Strategi ini nyatanya membuat Tupperware mampu menjalankan bisnis hingga berkembang pesat. Para perempuan turut andil, dengan nggak sekadar memenuhi kebutuhan peralatan rumah tangga, tapi juga bereksperimen dengan teknologi terbaru kala itu.
Baca Juga: Viral Pasangan Keracunan Ikan Buntal, Ini Daftar 10 Ikan Paling Berbahaya di Dunia
Nggak cuma itu, ribuan perempuan memulai bisnis rumahan dengan menjual Tupperware. Mereka mendobrak stereotip dengan tetap bisa menghasilkan cuan, meski bekerja sebagai ibu rumah tangga.
Salah satu penjual Tupperware yang inovatif adalah Brownie Wise. Dia melatih ibu rumah tangga untuk menjual produk tersebut langsung ke konsumen. Tapi karena konflik dengan Earl Tupper pada 1958, dia nggak lagi bekerja untuk Tupperware. Dia bahkan nggak menerima saham perusahaan yang dia bantu.
Saat ini, Tupperware sudah menyasar pasar global dan terjual di lebih dari 100 negara. Tahu nggak, penjualan terbesar Tupperware ada di mana? Jawabannya adalah Indonesia.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel
-
El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah
-
6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten
-
Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay
-
Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi
-
Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026
-
KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai
-
74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek