Indotnesia - Penyanyi Madonna merilis video klip original dari lagunya yang berjudul American Life pada Kamis (27/4/2023). Video klip tersebut sebelumnya pernah rilis 20 tahun lalu, namun ada adegan yang dipotong karena kontroversial ketika itu.
Melansir Page Six, video berdurasi lima menit yang telah tayang di YouTube itu nampak normal pada awalnya. Terlihat para model berjalan di catwalk dengan kostum tentara saat Madonna bernyanyi.
Kemudian muncul korban perang di catwalk tersebut. Mereka dipukuli hingga memuntahkan darah. Para penikmat fesyen yang hadir tertawa angkuh saat kekerasan berlanjut.
Lalu, muncul gambar-gambar korban perang yang sesungguhnya di layar, sebelum akhirnya Madonna muncul dari belakang panggung dengan rank dan menembakkan granat ke kerumunan.
Ada juga momen kontroversial di video “American Life” seperti seseorang yang mirip George W Bush menangkap granat dan menyalakan rokok.
Video itu disebut menyinggung invasi Amerika Serikat ke Irak yang berlangsung ketika itu. Menghadapi berbagai reaksi yang muncul sebelum video itu dirilis pada 2003, Madonna memutuskan untuk merilis video klip “American Life” versi sensor.
Madonna menjelaskan pengambilan gambar untuk versi original video klip “American Life” dilakukan sebelum perang dimulai. Namun menurutnya, saat itu tidak sesuai untuk ditayangkan, meski sudah beredar di luar negeri.
“Karena keadaan dunia yang bergejolak dan karena kepekaan dan rasa hormat kepada angkatan bersenjata yang saya dukung dan doakan, saya tidak ingin mengambil risiko dengan menyinggung siapa pun yang mungkin salah menafsirkan makna video ini,” ujarnya.
Dalam akhir video pada rilis 2023, muncul adegan bom yang berdetik di atas catwalk. Hingga berita ini ditulis, video klip original “American Life” telah ditonton sebanyak 298 ribu kali.
Baca Juga: Persidangan Sengketa Lagu, Ed Sheeran Nyanyi dan Main Gitar di Hadapan Juri
Sedangkan video versi 2003 yang diunggah ke YouTube pada 13 tahun lalu disaksikan lebih dari 16 juta kali.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Aturan Feng Shui Dapur, Jangan Biarkan Rezeki Hangus karena Salah Letak Kompor
-
AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi
-
Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas
-
Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke
-
Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen
-
Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya
-
Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan
-
22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing
-
Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan
-
Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut