Tekno / Tekno
Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:55 WIB
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi), Angga Raka Prabowo. [Ist]
Baca 10 detik
  • Pemerintah Indonesia dan China membentuk kelompok kerja untuk membahas kecerdasan buatan, transfer teknologi, dan semikonduktor di Jakarta, Jumat (21/8/2026).
  • Kolaborasi strategis tersebut memanfaatkan sumber daya mineral kritis Indonesia guna memperkuat kapasitas serta rantai pasok industri teknologi nasional.
  • Indonesia bergabung dengan World Artificial Intelligence Cooperation Organization untuk berperan aktif dalam menentukan tata kelola kecerdasan buatan global.

Suara.com - Indonesia dan China mulai membuka babak baru kerja sama teknologi. Pemerintah kedua negara menyiapkan Working Level Group yang akan membahas pengembangan kecerdasan buatan (AI), transfer teknologi, hingga peluang kolaborasi industri semikonduktor.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi), Angga Raka Prabowo, mengatakan pembentukan kelompok kerja tersebut merupakan tindak lanjut dari Comprehensive Strategic Dialogue (CSD) Indonesia-China yang berlangsung di Jakarta, Jumat (21/8/2026).

“Antara sektoral sendiri tadi sudah dibicarakan akan ada istilahnya Working Level Group,” kata Angga dilansir dari laman Antara, Sabtu (22/8/2026).

Kelompok kerja ini akan mempertemukan pemerintah dan industri dari kedua negara. Dengan begitu, pembahasan kerja sama tidak berhenti pada tingkat kebijakan, tetapi dapat diarahkan ke agenda teknologi yang lebih konkret.

AI Jadi Salah Satu Fokus

Salah satu agenda utama yang akan dibahas adalah pengembangan AI di Indonesia dan transfer teknologi.

Pemerintah melihat kolaborasi dengan China sebagai peluang untuk memperkuat kapasitas teknologi nasional sekaligus membuka ruang bagi industri Indonesia untuk terlibat.

“Banyak sekali sektor Komdigi yang tadi dibahas, kemungkinan kerja sama ke depan seperti transfer of technology, bagaimana pengembangan AI di Indonesia,” ujar Angga.

Kerja sama tersebut juga berpotensi merambah sektor yang lebih strategis, yakni microchip dan semikonduktor.

Baca Juga: Kaspersky Blokir 250 Ribu Serangan Ransomware di Asia Pasifik, AI Bikin Ancaman Makin Adaptif

Indonesia memiliki sumber daya mineral kritis yang dapat dikembangkan menjadi bahan pendukung industri semikonduktor.

Potensi ini membuka peluang agar kerja sama teknologi tidak hanya berfokus pada pengembangan aplikasi atau AI, tetapi juga menyentuh rantai pasok industri teknologi.

Indonesia Ingin Ikut Menentukan Arah AI

Di tengah percepatan pengembangan AI global, Indonesia juga berupaya mengambil posisi dalam pembentukan tata kelola teknologi tersebut.

Angga menyebut Indonesia telah bergabung dengan World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO) yang diinisiasi di Shanghai. Keanggotaan tersebut dinilai memberikan ruang bagi Indonesia untuk ikut dalam pembahasan tata kelola AI dunia.

Pemerintah menekankan bahwa pengembangan AI harus tetap berorientasi pada kepentingan manusia.

Ilustrasi AI. [Ist]

“Artinya apa? Indonesia punya peran penting ke depan untuk juga ikut turut andil dalam tata kelola AI di dunia,” kata Angga.

Load More