22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:45 WIB
Ilustrasi kripto. (unsplash)
  • Pengguna kripto di Indonesia mencapai 22,69 juta pada Juni 2026, menimbulkan tantangan mencegah perpindahan ke platform asing.
  • Oscar Darmawan menyampaikan dalam Coinfest Asia 2026 di Bali bahwa inovasi, regulasi, dan perlindungan konsumen sangat penting.
  • James Eugene menyatakan kualitas proyek, utilitas, likuiditas, dan permintaan pasar menentukan keberlanjutan ekosistem aset digital nasional.

Suara.com - Jumlah pengguna aset kripto di Indonesia terus membesar. Hingga Juni 2026, jumlahnya telah mencapai 22,69 juta pengguna. Namun, pertumbuhan tersebut membawa tantangan baru bagi industri, yakni memastikan pengguna tetap bertransaksi di ekosistem domestik dan tidak beralih ke platform kripto asing.

Co-Founder Indodax Oscar Darmawan mengatakan, perkembangan industri kripto Indonesia kini tidak cukup hanya diukur dari pertumbuhan jumlah pengguna. Kualitas produk, inovasi, perlindungan konsumen, dan kepastian regulasi menjadi faktor penting untuk menjaga daya saing pasar domestik.

“Dengan 22,69 juta pengguna kripto per Juni 2026, fokus industri kini bukan hanya memperbesar pasar, tetapi memastikan inovasi, perlindungan konsumen, dan kesiapan institusional dapat berjalan beriringan,” ujar Oscar dalam ajang Coinfest Asia 2026, dilansir dari laman Antara, Sabtu (22/8/2026). 

Menurut Oscar, kepatuhan terhadap regulasi tetap menjadi fondasi penting untuk membangun kepercayaan, terutama ketika semakin banyak institusi mulai mempertimbangkan masuk ke industri aset digital.

Namun, regulasi yang kuat perlu dibarengi dengan inovasi. Ia menilai kualitas produk dan layanan turut menentukan keputusan pengguna dalam memilih platform perdagangan aset kripto.

Inovasi Lokal Jadi Kunci Tahan Pengguna

Oscar menyoroti adanya pengguna yang memilih platform offshore karena mempertimbangkan produk dan layanan yang tersedia. Kondisi ini menjadi tantangan bagi pelaku industri dalam negeri untuk menghadirkan layanan yang semakin kompetitif.

“Compliance tetap diperlukan karena menjadi salah satu fondasi agar institusi dapat masuk ke industri ini. Namun, pada saat yang sama, inovasi juga perlu terus berjalan,” katanya.

Jika produk dan layanan lokal semakin beragam dan relevan dengan kebutuhan pengguna, ekosistem domestik dinilai memiliki peluang lebih besar untuk mempertahankan pengguna sekaligus memberikan perlindungan melalui platform yang berada dalam kerangka regulasi Indonesia.

Di sisi lain, regulatory sandbox OJK dinilai dapat menjadi ruang untuk menguji berbagai inovasi sebelum diterapkan secara lebih luas. Mekanisme tersebut memungkinkan produk atau model bisnis baru dievaluasi dengan tetap mempertimbangkan aspek perlindungan konsumen.

Bagi industri, pendekatan ini penting karena perkembangan teknologi aset digital berlangsung cepat. Regulasi perlu menjaga keamanan pasar, tetapi tidak sampai menghambat munculnya produk dan layanan baru.

Bukan Sekadar Listing, Kualitas Proyek Jadi Penentu

Tantangan mempertahankan pengguna juga berkaitan dengan kualitas aset kripto yang tersedia di pasar domestik.

Vice President of Business Development Indodax James Eugene mengatakan keberhasilan sebuah proyek kripto tidak hanya ditentukan oleh masuknya aset tersebut ke platform perdagangan atau proses listing.

Menurut dia, faktor seperti permintaan pasar, likuiditas, kualitas proyek, utilitas, dan keberlanjutan ekosistem menjadi pertimbangan penting.

“Market share, demand, dan liquidity menjadi faktor penting dalam proses listing. Pada akhirnya, kualitas proyek dan kemampuan menciptakan market fit yang akan menentukan keberlanjutannya,” ujar James.

Dengan demikian, pertumbuhan 22,69 juta pengguna kripto menjadi modal besar sekaligus pekerjaan rumah bagi industri Indonesia. Pasar yang besar perlu diikuti produk yang kompetitif agar pertumbuhan pengguna tidak sekadar menghasilkan angka, tetapi juga memperkuat ekosistem aset digital nasional.

Co-Founder Indodax Oscar Darmawan. [Antara/Indodax]

Pada akhirnya, tantangan industri kripto Indonesia bukan lagi hanya bagaimana mendapatkan pengguna baru, melainkan bagaimana membuat mereka merasa cukup aman, nyaman, dan mendapatkan layanan yang kompetitif tanpa perlu mencari alternatif di platform asing.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com