Indotnesia - Masalah kelebihan berat badan sedang menjadi sedang jadi perbincangan. Salah satu langkah mudah tuntaskan obesitas yaitu dengan operasi bariatrik.
Bariatric surgery atau operasi bariatrik adalah pembedahan yang dilakukan untuk mengatasi masalah kelebihan berat badan atau obesitas.
Prosedur bariatrik dilakukan dengan cara mengubah sistem pencernaan atau mengecilkan kapasitas lambung sehingga mengurangi kemampuan tubuh menyerap nutrisi. Dengan operasi ini, seseorang akan merasa lebih mudah kenyang.
Operasi ini selain dilakukan untuk menangani obesitas, tentu dapat membantu mengurangi risiko masalah yang menyertainya, seperti penyakit jantung, stroke, dan tekanan darah.
Melansir Mayo Clinic, ada 3 jenis operasi bariatrik yang dibedakan berdasarkan tipe masalah dan prosedurnya yang umum dilakukan.
1. Gastric Bypass
Jenis ini adalah operasi lambung yang paling umum. Prosedurnya bekerja dengan cara pasien mengurangi jumlh makanan sekaligus penyerapan jumlah nutrisinya.
Operasi dilakukan oleh dokter bedah dengan cara memotong sebagian atas perut dan menutupnya dari sisa perut. Selain itu, selain itu usus kecil juga dipotong dan sebagian dijahit langsung ke kantong. Jadi, makanan langsung masuk ke usus halus yang dijahit tadi.
Baca Juga: Jadi Tren di TikTok, Apa Itu Roleplay?
2. Sleeve Gastrectomy
Prosedur ini dilakukan dengan mengangkat sekitar 80 persen perut dan meninggalkan kantung seperti tabung. Perut yang lebih kecil ini nantinya tak bisa menampung banyak makanan.
Selain itu, operasi ini juga menghasilkan sedikit hormon ghrelin yang mengatur nafsu makan sehingga mengurangi rasa ingin makan.
3. Biliopancreatic diversion with duodenal switch.
Operasi ini menyatukan prosedur gastrektomi serta menghubungkan bagian ujung usus ke duodenum dekat perut (saklar duodenum dan pengalihan biliopancreatic) yang melewati usus besar.
Jenis operasi ini sangat efektif , yaitu dengan membuat seseorang membatasi asupan makanan dan nutrisinya. Namun, biliopancreatic diversion with duodenal switch memiliki risiko cukup besar seperti kekurangan vitamin dan mal nutrisi.
Risiko
Seperti operasi pembedahan pada umumnya, operasi bariatrik juga memiliki sejumlah risiko baik jangka pendek maupun jangka panjang.
Risiko jangka pendek seperti pendarahan, infeksi, pembekuan darah, masalah paru-paru dan pernapasan, kebocoran pencernaan, hingga kematian. Sementara, risiko jangka panjang yaitu sumbatan usus, sindrom dumping, diare, batu empedu, hernia, gula darah rendah, dan mal nutrisi.
Selain itu, operasi ini juga tidak bisa dilakukan oleh siapa saja yang memiliki berat badan berlebih, tetapi jika obesitas sudah cukup parah. Jadi, akan ada sejumlah syarat dan seleksi yang harus terpenuhi sebelum memulai operasi.
Melansir laman Ala Dokter, ada sejumlah manfaat yang bisa didapatkan dari mengikuti prosedur operasi ini.
1. Mampu menghasilkan penurunan berat badan hingga 90 persen yang bertahan jangka panjang.
2. Mampu meningkatkan angka harapan hidup.
3. Dapat mencegah dan membantu proses penurunan risiko dan pengobatan penyakit terkait obesitas.
4. Meningkatkan kualitas hidup, baik secara umum maupun psikologis.
Demikian pengertian mengenai operasi bariatrik, jenis, risiko, serta manfaatnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Catat Tanggalnya! CGM Bogor 1-3 Maret 2026: Perayaan Unik Harmoni in Diversity
-
Legenda Chelsea Terseret Sengketa Properti, Dilarang Gunakan Teras Rumah Rp60 Miliar
-
Jadwal Imsakiyah Malang Rabu 25 Februari, Lengkap dengan Penjelasan Makan Setelah Imsak
-
Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta 2026 Resmi Dibuka, Cek Syarat dan Cara Daftar Sebelum Kuota Habis
-
Kecelakaan Kerja di Pelindo Banten, Sopir Truk Asal Pandeglang Tewas
-
Komisi III DPR Kawal Ketat Kasus Kematian NS, Desak Jerat Ibu Tiri dengan Hukuman Maksimal
-
Ikuti Owner Meeting di Jakarta, Maestro Solo Semakin Antusias Debut di PFL 2!
-
Jadwal Imsakiyah Kota Padang Rabu 25 Februari 2026, Jangan Telat Bangun Sahur!
-
Ucapkan Selamat Tinggal Macet! Jalur Pengganti Jalan Saleh Danasasmita Mulai Dibangun
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan