Indotnesia - Berita memilukan datang dari pati, Jawa Tengah. Seorang ayah berusia 20 tahun tega membunuh dan membuang bayinya ke sungai. Sebelumnya, dia mengaku kehilangan sang bayi.
Diketahui, ia memiliki dua anak hasil pernikahannya dengan sang istri yang juga berusia 20 tahun. Dia membunuh anak bungsunya itu ketika istrinya sedang berjualan di luar rumah. Motifnya, sang ayah tidak tahan dengan tangis bayinya.
Banyak warganet yang menyayangkan perbuatan tersebut, apalagi ketika mengetahui pelaku usianya masih sangat muda. Pernikahan tidak selamanya berakhir bahagia, atau menjadi solusi atas suatu masalah. Apalagi, menikah muda justru berbahaya bagi kesehatan mental.
Menurut Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, pernikahan dini menimbulkan dampak negatif seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi, kekerasan dalam rumah tangga, dan pola asuh yang bisa merenggut hak-hak anak.
Berikut 10 alasan kenapa kamu sebaiknya nggak melakukan pernikahan dini, seperti dikutip dari The Daily Star:
Kurang pengalaman hidup
Anak muda butuh lebih banyak waktu untuk mencari jati diri, passion, dan apa yang mereka inginkan dalam hidup. Jadi pernikahan yang butuh komitmen jangka panjang seharusnya belum menjadi prioritas bagi anak muda.
Keuangan nggak stabil
Pasangan muda membutuhkan pekerjaan yang aman atau sumber pendapatan yang konsisten. Hal ini dapat menimbulkan tekanan keuangan karena harus memenuhi kebutuhan.
Baca Juga: Ed Sheeran Bakal Stop Bermusik kalau Thinking Out Loud Terbukti Plagiat
Pergaulan sosial yang terbatas
Memiliki pergaulan sosial yang terbatas mengakibatkan kekurangan sumber daya dan bantuan saat dibutuhkan. Anak muda masih perlu membangun diri di lingkungan untuk membentuk ikatan kuat dan memiliki lingkungan sosial yang beragam.
Pengembangan diri yang belum selesai
Anak muda masih terus mengembangkan diri untuk mencapai keinginan pribadi. Hal tersebut harus dikorbankan karena harus menghadapi persoalan rumah tangga.
Perubahan prioritas
Pasangan muda yang menikah mungkin punya berbagai tujuan dan cita-cita untuk masa depan. Namun, stres dan konflik yang dihasilkan dari perbedaan itu dapat mempengaruhi hubungan mereka.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Jika Prabowo-DPR Sepakat, Purbaya Siap Naikkan Defisit APBN 3 Persen
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
Sumber Daya Air Dipastikan Aman Jelang Libur Lebaran 2026
-
Gegara Kematian Badak Jawa, Pegiat Satwa Resmi Layangkan Somasi ke Kemenhut dan BTNUK
-
HOAX Kabar Ole Romeny Patah Kaki, Sehat Bugar Siap Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Bukti Cinta, DJ Bravy Bikin Tato Wajah Anak Erika Carlina
-
Mudik Aman dan Nyaman, BPJS Kesehatan Sediakan Layanan Gratis Bagi Pemudik
-
Tembus 1.134 Konsultasi, Posko THR Kemnaker Kini Layani Pengaduan Pekerja
-
Fenomena Krisis Ojol Ternyata Ini Penyebabnya: Kapitalisme Tingkat Dewa
-
Marc Kok: Persib Takkan Mudah Bungkam Borneo FC di Samarinda