10 Alasan Kenapa Menikah Muda Bisa Berbahaya bagi Kesehatan Mental

Rabu, 03 Mei 2023 | 17:03 WIB
Pernikahan dini atau menikah muda dapat menimbulkan dampak negatif, termasuk pada kesehatan mental. (Freepik/freepic.dlllr)

Indotnesia - Berita memilukan datang dari pati, Jawa Tengah. Seorang ayah berusia 20 tahun tega membunuh dan membuang bayinya ke sungai. Sebelumnya, dia mengaku kehilangan sang bayi.

Diketahui, ia memiliki dua anak hasil pernikahannya dengan sang istri yang juga berusia 20 tahun. Dia membunuh anak bungsunya itu ketika istrinya sedang berjualan di luar rumah. Motifnya, sang ayah tidak tahan dengan tangis bayinya.

Banyak warganet yang menyayangkan perbuatan tersebut, apalagi ketika mengetahui pelaku usianya masih sangat muda. Pernikahan tidak selamanya berakhir bahagia, atau menjadi solusi atas suatu masalah. Apalagi, menikah muda justru berbahaya bagi kesehatan mental.

Menurut Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, pernikahan dini menimbulkan dampak negatif seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi, kekerasan dalam rumah tangga, dan pola asuh yang bisa merenggut hak-hak anak.

Berikut 10 alasan kenapa kamu sebaiknya nggak melakukan pernikahan dini, seperti dikutip dari The Daily Star:

Kurang pengalaman hidup

Anak muda butuh lebih banyak waktu untuk mencari jati diri, passion, dan apa yang mereka inginkan dalam hidup. Jadi pernikahan yang butuh komitmen jangka panjang seharusnya belum menjadi prioritas bagi anak muda.

Keuangan nggak stabil

Pasangan muda membutuhkan pekerjaan yang aman atau sumber pendapatan yang konsisten. Hal ini dapat menimbulkan tekanan keuangan karena harus memenuhi kebutuhan.

Pergaulan sosial yang terbatas

Memiliki pergaulan sosial yang terbatas mengakibatkan kekurangan sumber daya dan bantuan saat dibutuhkan. Anak muda masih perlu membangun diri di lingkungan untuk membentuk ikatan kuat dan memiliki lingkungan sosial yang beragam.

Pengembangan diri yang belum selesai

Anak muda masih terus mengembangkan diri untuk mencapai keinginan pribadi. Hal tersebut harus dikorbankan karena harus menghadapi persoalan rumah tangga.

Perubahan prioritas

Pasangan muda yang menikah mungkin punya berbagai tujuan dan cita-cita untuk masa depan. Namun, stres dan konflik yang dihasilkan dari perbedaan itu dapat mempengaruhi hubungan mereka.

Risiko perceraian tinggi

Penelitian menyebutkan pernikahan dini memiliki risiko perceraian yang lebih tinggi ketimbang mereka yang menikah di usia matang. Beberapa hal yang mempengaruhi adalah ketidakdewasaan, kurangnya pengalaman hidup, dan ketidakpastian finansial.

Tekanan dari keluarga dan masyarakat

Pernikahan dini bisa saja dilakukan karena desakan keluarga atau masyarakat dan budaya. Pilihan yang tergesa-gesa ini membuat keduanya belum tentu cocok. Apalagi muncul tekanan untuk memiliki anak.

Muncul penyesalan dan kebencian

Pernikahan dini menimbulkan biaya ekonomi yang membuat seseorang harus melepaskan ambisinya. Komitmen jangka panjang dalam pernikahan dini dapat menyebabkan emosi penyesalan dan kebencian.

Kurangnya kematangan emosi

Pernikahan membutuhkan kedewasaan emosional. Ketika masih muda, kemungkinan seseorang belum memiliki pertumbuhan mental yang diperlukan untuk menangani kesulitan pernikahan.

Kurangnya kedewasaan emosional

Untuk mengatasi kesulitan dalam rumah tangga, pasangan muda masih perlu mengembangkan kesadaran diri dan keterampilan pengendalian mental. Belum lagi seiring bertambahnya usia, kamu mungkin menemukan tujuan yang berbeda sehingga menimbulkan konflik dalam kehidupan pernikahan.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com