/
Rabu, 12 Juli 2023 | 12:25 WIB
Aksi masturbasi di dalam gerbong KRL kembali terjadi. (Freepik/fabrikasimf)

3. Penyalahgunaan zat

4. Ketertatikan pada pedofilia

5. Mengalami pelecehan seksual semasa kecil

6. Fantasi seksual masa kecil 

6. Paparan pornografi

Pengobatan eksibisionis

Orang yang mengalami ganguan eksibisionis biasanya tidak mau mencari pengobatan atau mengobatinya sendiri jika tidak mendapat paksaan. Oleh karena itu, dukungan orang terdekat sangat diperlukan untuk membantunya menerima perawatan dini yang mencakup psikoterapi dan pengobatan. 

Perawatan terapeutik

Menurut penelitian, perawatan terapeutik bisa efektif dalam mengobati gangguan eksibisionistik. Metode ini yaitu dengan memberi individu alat untuk mengendalikan impuls mereka dan menemukan cara lain untuk mengatasi dorongan mereka daripada menunjukkan alat kelamin kepada orang lain. 

Baca Juga: Kolaborasi McDonald's x NewJeans, Cek Syarat dan Ketentuan Dapat Merchandisenya

Terapi perilaku kognitif

Terapi ini membantu penderita untuk mengidentifikasi pemicu yang menyebabkan dorongan mereka dan kemudian mengelola dorongan ini dengan cara yang lebih sehat.

Pendekatan psikoterapi

Psikoterapi yang bisa dilakukan, seperti pelatihan relaksasi, pelatihan empati, pelatihan keterampilan mengatasi, dan restrukturisasi kognitif (mengidentifikasi dan mengubah pikiran yang mengarah pada eksibisionisme).

Pengobatan

Obat-obatan yang dapat membantu mengobati gangguan eksibisionistik yaitu obat penghambat hormon seksual. Obat ini juga berdampak menurunkan hasrat seksual penggunanya. Selain itu, ada juga beberapa obat yang digunakan untuk mengatasi depresi dan gangguan mood lainnya, seperti SSRI, juga dapat mengurangi hasrat seksual.

Load More