/
Senin, 05 Desember 2022 | 12:59 WIB
ricky rizal saat menjadi saksi sidang lanjutan pembunuhan Brigadir J dengan terdakwa Bharada E (YouTube/KompasTV)

"Jangan potong dulu," tegas hakim.

"Maaf yang mulia," ujar Ricky.

"Kamu berkorban mengorbankan masa depan anak-anakmu sampai hari ini kamu masih nutupin, seolah-olah saya percaya cerita kamu, dari tadi saya diemin aja cerita kamu,"

"Saya tahu kapan kamu bohong atau ngga. cerita kamu ngga masuk di akal semua. CCTV itu lho jelas bukti CCTV, bagaimana kamu bercerita seperti itu, tapi di sisi lain, ketika diperiksa di Provos bisa cerita secara detil apa yang terjadi," 

"Bentar jangan dibantah dulu. Coba ingetlah kamu anak istrimu, mereka berdoa agar kamu dapat keringanan, tapi dengan kamu seperti ini, kamu mencoba untuk mengaburkan peristiwa itu," 

"Yang saya ingetkan bahwa saya tidak butuh pengakuan saudara, karena kasus ini bisa sampai ke proses persidangan ini karena pengakuan Eliezer. Kamu ga sayang sama anak istrimu?"

"Kamu menutupi segala sesuatu yang sudah terjadi masih juga kamu tutupi di persidangan ini. Kalau kamu bisa bercerita begitu bagaimana saudara bisa bercerita di depan Provos skenario seperti itu, bahwa saudara menghindar ketika Richard tembak menembak dengan Brigadir J dengan terangnya oleh saksi dari temen-temen Polres Jakarta Selatan kemarin. Paham?

"Iya yang mulia," jawab Ricky.

Dalam keterangan sebelum hakim marah, Ricky Rizal mengaku kaget saat Bharada E atau Richard Eliezer menekan pelatuk senapan di hari kematian Brigadir J, Jumat 8 Juli 2022 lalu. Dia jug mengaku sempat takut usai melihat penembakan terjadi.

Baca Juga: Mabes Polri Respons Nyanyian Aipda Aksan, Tiga Polres di Sulsel Diperiksa

Ricky dan Yosua yang sama-sama berada di rumah dinas Komplek Polri Duren Tiga diminta masuk oleh Kuat Maruf. Saat itu, Kuat mengatakan jika keduanya dipanggil masuk oleh Ferdy Sambo, eks Kadiv Propam Polri.

"Om-om dipanggil Bapak. Om Ricky sama Om Yosua dipanggil Bapak," kata Kuat Maruf.

Ricky lantas bergegas ke arah Yosua. "Bro, dipanggil Bapak," kata Ricky.

Kemudian, Yosua masuk lebih dulu ke arah dapur di rumah dinas Duren Tiga dengab diikuti sosok Kuat. Jeda beberapa saat, Ricky baru ikut masuk.

Tiba di dalam Ricky sudah mendapati ada sosok Ferdy Sambo dan Richard, juga Kuat. Posisinya, Kuat berada di belakang Ferdy Sambo.

"Ada apa Pak? Ada apa Pak?" kata Yosua.

"Jongkok. Jongkok," kata Ferdy Sambo.

Di sisi lain, Ricky juga melihat sosok Richard mengeluarkan senjata. Yosua yang sudah dalam posisi jongkok sempat mundur, dan tiba-tiba: "dooor".

"Kok ditembak, kenapa?" gumam Ricky yang mengklaim diri kaget melihat penembakan itu.

Tidak berselang lama, Ricky mendengar suara teriakan memanggil-manggil. Ricky menduga teriakan itu adalah suara Adzan Romer dan langsung bergegas ke arah dapur.

Setelah tiba di dapur, Ricky tidak mendapati ada sosok satu pun di sana. Maka kembali lah Ricky ke arah bagian tengah rumah dan mendapati Ferdy Sambo sedang menembaki dinding.

Melihat itu, Ricky kembali ke arah dapur hanya untuk menunggu. Saat itu, dia masih mengaku kaget atas peristiwa yang baru saja terjadi.

"Ada ini? Ada apa?" ucap Ricky.

Tidak berselang lama, Ferdy Sambo keluar sambil merangkul Putri Candrawathi yang dalam kondisi menangis. Selanjutnya, Sambo memanggil Ricky untuk mengantar Putri ke rumah di Jalan Saguling.

Load More