Pegiat media sosial Permadi Arya atau Abu Janda menyoroti peristiwa bom bunuh diri yang terjadi di Polsek Astanaanyar, Bandung, Jawa Barat pada Rabu (7/12/2022).
Ia mengkritik ungkapan yang pernah dilakukan oleh Ustaz Abdul Somad (UAS). Tausiyah sang ustaz disebut pernah memancing terjadi faham yang radikal.
"Apakah bom bunuh diri yang dilakukan oleh pejuang palestina dibolehkan? jangan katakan bom bunuh diri. Yang betul adalah gerakan mati syahid. Jaman sahabat nabi pakai pedang. Jaman sekarang tak pakai pedang. Letupkan ledakan! mati syahid," kata Ustaz Abdul Somad yang diunggah oleh Abu Janda di media sosial Instagram @permadiaktivis2 dikutip pada Kamis (8/12/2022).
Abu Janda menyebut ajaran itu dilakukan oleh UAS. Namun saat bom meledak, teroris disebut tak punya agama.
"Umat diajarin ngeb*om itu gerakan mati syahid (jihad).. trus pas ada yang ngeb*m, rame2 ngeles "teroris gak punya agama" sungguh membagongkan," tulis Abu Janda.
Pelaku Bom Bunuh Diri
Polisi berhasil mengidentifikasi pelaku bom bunuh diri di halaman Polsek Astanaanyar pada Rabu (7/12/2022) pagi tadi.
Berdasarkan hasil pengecekan sidik jari dan face recognition, pelaku diketahui bernama Agus Sujatno alias Agus Muslim. Ia terdeteksi masih bagian dari kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Bandung.
"Pelaku terafiliasi dengan kelompok JAD Bandung atau JAD Jabar," kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di sekitar Polsek Astanaanyar, Bandung, Rabu (7/12/2022), dikutip dari Suara.com.
Baca Juga: Jalan Astanaanyar yang Berada di Depan Polsek Sudah Bisa Dilalui Kendaraan Lagi
Dari hasil pendalaman, Listyo menerangkan kalau Agus Muslim merupakan mantan narapidana teroris Lapas Nusakambangan.
Ia dihukum 4 tahun penjara karena meledakkan bom panci di Cicendo, Bandung pada 2017 lalu.
"Sempat dihukum 4 tahun di bulan September atau Oktober lalu yang bersangkutan bebas," jelas Listyo.
Menurut Listyo, bukan hal mudah untuk melakukan pendekatan terhadap Agus Muslim. Apalagi, pelaku kerap menghindari program deradikalisasi.
"Untuk proses deradikalisasi juga tentunya membutuhkan teknik dan taktik yang berbeda karena memang yang bersangkutan masih susah untuk diajak bicara masih cenderung menghindar walaupun masih melakukan aktivitas," kata Listyo.
Dalam insiden bom Astanaanyar, Agus Muslim tidak hanya meletakkan satu bom. Tim Gegana Brimob Polda Jawa Barat (Jawa Barat) menemukan ada bom lain di sekitar lokasi peledakkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
Terkini
-
Skandal! Dean James Punya 2 Paspor? NAC Breda Desak KNVB Selidiki
-
Legenda Laga Hollywood Chuck Norris Meninggal Dunia di Usia 86 Tahun
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Taqabbalallahu Minna wa Minkum Artinya Apa? Banyak yang Salah, Ini Makna dan Jawaban Benarnya
-
Pramono Sebut Kebun Binatang Ragunan Bakal Tutup Saat Hari Pertama Lebaran, Buka Kembali Lusa
-
7 Jawaban Sopan Saat Ditanya 'Kapan Nikah' Saat Lebaran, Biar Nggak Canggung
-
Pramono Anung dan Bang Doel Bakal Salat Idul Fitri di Balai Kota, Khatib Diisi Maruf Amin
-
Klaim Angka Kecelakaan dan Fatalitas Turun, Kakorlantas: Mudik Aman, Keluarga Bahagia
-
Tantrum Harga Minyak Meroket, Trump Cap NATO Pengecut Karena Tak Mau Ikut Buka Selat Hormuz
-
Bingung Balas Ucapan Minal Aidin Wal Faizin? Ini 5 Jawaban Terbaik dan Penuh Makna