Konon semenjak berpisah pada 2011 silam, sang ayah kembali ke asalnya di Madiun.
Sementara ia seorang diri merawat ibunya yang bertingkah layaknya orang dengan gangguan jiwa dan lebih banyak mengurung diri di dalam rumah.
"Jadi ibu sering marah-marah sendiri, ngomong sendiri kalau dibilang ODGJ. Ia juga ngga pernah keluar ngurung diri di rumah," bebernya.
Semenjak ibunya mengalami sakit, Tiko setia merawatnya, meski dengan segala kekurangannya.
Ia mengungkapkan semenjak ibunya bercerai, hampir sebagian besar saudara putus hubungan lost contact semua, tapi belum lama ini di tahun 2019 ada satu mobil datang nopolnya Sidoarjo kemungkinan saudara.
Sambil merawat sang ibu, Tiko yang kini berusia 23 tahun bekerja serabutan untuk mencukupi kebutuhannya.
"Saya kerja, sakan kerja saya ngasih uang ke mama kalau untuk belanja mama bisa tapi kalau ngobrol ngga bisa, semua dianggap musuh," ungkapnya.
Mengenai latar kehidupannya, Tiko mengungkapkan dahulu hidupnya bisa dibilang sangatlah mapan. Ia hidup serba kecukupan sejak kecil.
Hal itu pun turut dibenarkan oleh para tetangga.
Baca Juga: Dihujani Kritikan Warganet karena Galang Dana, Mas Kawin Indra Bekti dan Adilla Viral
Keluarga ibu Tiko dikenal kaya raya. Ayahnya yang bernama Herman Moedji Susanto dikenal merupakan seorang pejabat.
"Waktu pindahan datang, sosok pak Herman mirip dengan wajah Pak Soeharto mantan presiden. Usianya sekitar 70an tahun dan membawa tongkat," terangn tetangga.
Disinggung perihal ibu Eny yang hidup dalam kondisi memprihatinkan, tetangga menyebut bahwa dulu tidak mau dibantu ketika alami kondisi sakit.
"Ibu Eny ngga mau dibantu waktu itu masih depresi karena masih merasa orang kaya," katanya.
Lebih lanjut, tetangga menyebut sosok Tiko merupakan anak yang pintar. Ia bahkan sempat menjadi pebisnis jual beli mobil.
"Dari cara Tiko komunikasi itu menunjukkan bukan orang biasa. Dia basicnya anak orang kaya," sebutnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Amankan Dapur 2.180 Pegawai, Pemkot Bandar Lampung Kucurkan Rp8,6 Miliar Gaji PPPK Tiap Bulan
-
Harga Minyak Dunia Melonjak Lagi, Risiko Serangan di Selat Hormuz Belum Mereda
-
Rupiah Menguat, BI Tahan Suku Bunga dan Perkuat Intervensi Pasar Valas
-
Deathstalker: Hadir dengan Petualangan Pahlawan Barbar Melawan Penyihir!
-
Intip Spesifikasi Suzuki Fronx SGX Hybrid Kuro yang Tampil Lebih Maskulin di GIIAS 2026
-
Pasar Modal Indonesia Mulai Pulih, Ini Buktinya
-
Harga Motor Listrik Honda, Simak Perbedaan ICON e: vs EM1 e: vs CUV e:
-
Siswa Sekolah Rakyat Makassar Borong Medali di Tiga Ajang Bergengsi
-
3 Rekomendasi Sepatu Gumi Paling Worth It untuk Lari, Produk Lokal Harga Bersahabat
-
Songsong Indonesia Emas 2045, Wamendagri Ajak Mahasiswa Bangun Karakter & Kompetensi Kepemimpinan