Cerita viral anak bernama Tiko yang merawat ibu yang sakit depresi di sebuah rumah mewah yang terbengkalai pelan-pelan menguak sejumlah fakta.
Sebelumnya diberitakan seorang anak bernama Tiko viral di media sosial lantaran kisah hidupnya setia merawat sang ibu yang sakit depresi di sebuah rumah mewah terbengkalai tanpa listrik dan air bersih selama 11 tahun.
Dikutip dari channel YouTube Bang Brew TV, Tiko menceritakan ibunya mengalami depresi semenjak bercerai dengan ayahnya kemudian diketahui merupakan seorang pejabat.
"Semenjak bercerai, ibu terganggu kejiwaannya," ungkap Tiko.
Terlahir dari keluarga kaya raya, semenjak ayah ibunya bercerai, Tiko harus menghadapi kenyataan pahit hidup serba kekurangan. Sambil merawat ibunya yang sakit depresi pascabercerai 2011 silam, Tiko tinggal di rumah mewah tinggalan orang tuanya tanpa listrik dan air bersih.
Untuk kebutuhan sehari-hari terutama air minum, Tiko mengaku mengandalkan air hujan yang ditadah menggunakan dua ember besar di depan terasnya.
Kepada Irfan Jayani pemilik channel YouTube Bang Brew TV, Tiko mengungkapkan sebelum keluarganya bercerai dan ibunya depresi, rumahnya kerap dilanda hal-hal mistik di luar nalar.
Ia mengaku saat sang ayah masih bersama ibunya, di rumahnya yang terletak di kawasan perumahan elit Jakarta Timur itu kerap mendapat gangguan tak kasat mata.
"Dulu lebih sering kejadian banyak suara di rumah. Banyak barang pecah dan bergeser pas dicari tapi ga ketemu. Di kolam belakang sebelum maghrib ada uler," katanya seperti dikutip Selasa (3/1/2023).
Baca Juga: Dihujani Kritikan Warganet karena Galang Dana, Mas Kawin Indra Bekti dan Adilla Viral
Tak hanya itu, ayahnya juga beberapa kali mengalami sakit yang ganjil. Sebab ketika diperiksa ke dokter tak ada sakit yang berarti, padahal ayahnya kerap mengerang hingga teriak kesakitan saat malam tiba.
"Papah dulu sakit-sakitan pernah diobatin tapi kata dokter ngga ada sakit parah. Padahal tiap malam itu papah sering menjerit lalu dirawat mama," bebernya.
Saat ditanya lebih lanjut apakah gangguan itu masih ada saat ini? Tiko menyebut justru sudah hilang.
"Setelah sekarang tak terawat anehnya ga ada. Paling karena ada di area belakang karena ga keurus saja itu wajar," tambahnya.
Sebelumnya, Tiko mengungkapkan diduga penyebab ibunya mengalami depresi yakni usai bercerai dari sang ayah pada 2011 silam.
"Sejak papa pergi ibu kurang sehat kejiwaannya," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
Terkini
-
'Kami Minta Dibebaskan', Ratusan Warga Datangi Mapolres Sanggau, Polisi Beri Waktu 3 Hari
-
5 Poin Penting di Balik Aksi Warga Bogor Barat Desak Dedi Mulyadi Buka Tambang Legal
-
Pembebasan Lahan Jalur Khusus Tambang di Kabupaten Bogor Dikebut Rampung Tahun Ini
-
7 Sepatu Lari Lokal Paling Worth It Dibeli Pakai Gaji Pertama Mei Ini, Murah tapi Performa Ngebut
-
5 Fakta Baru Tabrakan Maut Pandeglang: Penahanan Penabrak Ditangguhkan hingga Dugaan Sakit
-
Arah Baru Dunia Pendidikan, Guru Masa Kini Wajib Jadi EduCreator?
-
Sopir Pajero Kabur Usai Tabrak Pedagang Buah di Jaktim - Tinggalkan Korban, Ini Alasannya
-
5 Rekomendasi Serum Malam di Bawah Rp150 Ribu untuk Ibu Muda, Murah tapi Kualitas Nomor Satu
-
Titah Kaesang Pangarep di Papua Barat: Jangan Biarkan Pembangunan Infrastruktur Terhenti
-
Hormati Pertemuan PGI - HKBP dan Jusuf Kalla, GAMKI Ajak Publik Hindari Polarisasi