Suara Joglo - Cuaca ekstrem diprediksi bakal melanda hampir seluruh Jawa Timur ( Jatim ) selama sepekan ke depan. Mulai dari hujan dengan intensitas tinggi, angin kencang sampai gelombang tinggi.
Hal ini disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda Jatim. BMKG menyebut, analisis cuaca ekstrem ini didasarkan pada beberapa hal, misalnya kondisi La Nina yang masih dalam level sedang.
Kemudian meningkatnya aktivitas konvektif dan pertumbuhan awan hujan, adanya indikasi pusat tekanan rendah di wilayah Selatan Indonesia, adanya fenomena Madden Julian Oscilation (MJO) dan gelombang equatorial rossby di wilayah timur.
Lalu suhu muka laut di perairan Jawa Timur yang masih hangat dengan anomali antara +0.5 sampa dengan 2 derajat celcius. Hal ini akan menyebabkan suplai air di awan akan semakin tinggi.
"Berdasarkan analisis kondisi iklim wilayah Jawa Timur, seaat ini berada dalam puncak musim hujan. Perlu diwaspadai peningkatan kecepatan angin di atas 20 knot atau di atas 40 km/jam dari durasi waktu pagi hingga sore hari untuk seluruh wilayah Jawa Timur," kata Taufiq Hermawan, Kepala BMKG Jawa Timur, Kamis (04/01/2023).
"Selain itu potensi cuaca ekstrem yang dipicu aktifnya La Nina, Gelmbang Rossby dan Kelvin. Masyarakat diimbau waspada dan hati-hati untuk sepekan ke depan, terutama masyarakat di pegunungan bila terjadi hujan lebat dengan intensitas panjang," katanya.
Di Jatim, hari ini juga sedang terjadi gelombang tinggi di sejumlah perairan laut. Di Madura, sedikitnya 170 orang calon penumpang yang hendak menuju kepulauan Sumenep tertahan di Kantor Pelindo III Kalianget, karena kapal tidak berlayar akibat cuaca buruk.
Menurut Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas V Kalianget Sumenep Taufikur Rahman, kapal menuju kepulauan tidak bisa berlayar karena kini sedang cuaca ekstrem.
"Calon penumpang yang tertahan ini yang hendak menyeberang ke berbagai tujuan ke Kepulauan di Madura seperti ke Pulau Raas, Kangean, Sapeken dan Masalembu," katanya dikutip dari ANTARA.
Baca Juga: Ecky Listiyanto Sempat Ambil Air Wudhu hingga Makan Bareng Mayat Mutilasi
Ia menjelaskan, kebijakan Pelindo tidak memberangkatkan kapal menuju Kepulauan Sumenep itu, mengacu kepada rilis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
"Dalam rilis itu disebutkan bahwa cuaca ekstrem berupa angin kencang dan ombak besar belum aman untuk pelayaran," katanya.
Oleh karena itu, katanya, terhitung sejak 22 Desember 2022 hingga 7 Januari 2023 tidak berlayar. "Awalnya, kami diimbau hingga 4 Januari 2023, akan tetapi pada rilis terakhir kami disarankan hingga 7 Januari 2023," katanya.
Saat ini, kata dia, para calon penumpang kapal itu ditampung di kantor Pelindo III Kalianget. "Makanan dan minuman mereka ini mendapatkan bantuan dari Dinas Sosial Pemkab Sumenep tiga kali sehari" katanya.
Menurut Kepala Dinas Sosial Pemkab Sumenep Ach Dzukarnaen, selain membantu makanan, pihaknya juga menyediakan kasus tidur lipat, tikar dan bantal.
"Pemkab Sumenep berupaya maksimal memberikan bantuan kepada calon penumpang kapal, hingga mereka bisa berlayar dan cuaca kembali normal," katanya.
Berita Terkait
-
Masuk Puncak Musim Hujan, BMKG Minta Masyarakat Waspada
-
Akibat Cuaca Buruk, Pertamina Kirim 100 KL BBM ke Karimunjawa dengan Kapal Perang Milik TNI AL
-
Waspada! Peringatan Dini BMKG Potensi Gelombang Tinggi 6 Meter Dan Hujan Lebat Di Wilayah RI, Ini Daftarnya
-
Prakiraan Cuaca Sulawesi Selatan, Selasa 3 Januari 2023: Waspada Angin Kencang dan Ombak 4 Meter
Terpopuler
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- Promo Indomaret Hari Ini 1 Mei 2026, Dapatkan Produk Hemat 30 Persen
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
Dari Mi Instan Hingga Latihan Brutal, Fakta di Balik Film Mortal Kombat II Terungkap di Jakarta
-
Lupakan Luka Lawan Dewa United, Alexis Gomez Pede Bawa Persijap Taklukkan Persija
-
Bye Kulit Kering! Ini 4 Sunscreen Squalane Jaga Wajah tetap Lembap Seharian
-
Mogok di Salatiga, Ada yang Patah: Mutu Pikap Dinas Diduga Milik Koperasi Merah Putih Disorot Publik
-
Jun Shison Perankan Slur, Antagonis Ikonik di Live Action Sakamoto Days
-
Wangi Manis yang Bikin Candu! 5 Rekomendasi Parfum Aroma Cokelat Paling Awet
-
Ketika Hidup Terasa Mustahil: Pelajaran Bertahan dari Reasons to Stay Alive
-
LG Lebaran Sehat Hadir di Pasirlangu, Bangkitkan Harapan Warga Pascabencana
-
Jadwal MotoGP Prancis 2026: Ducati Masih Berupaya, Aprilia dalam Bahaya
-
Tragedi Bekasi Timur Jadi Alarm Keras, Rieke Desak Perpres Tata Kelola Kereta Api Segera Terbit