Suara Joglo - Bagi masyarakat yang memiliki rencana melakukan kunjungan wisata ke Kawah Ijen Banyuwangi Jawa Timur ( Jatim ) sebaiknya ditunda lebih dulu. Saat ini kondisi kawahnya sedang tidak baik-baik saja.
Seperti disampaikan dalam rilis Badan Geologi di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kementerian ESDM), saat ini kawah gunung dengan ketinggian 2.145 mdpl itu bergejolak sampai mengeluarkan asap.
"Terjadi peningkatan suhu air danau kawah dari 16 derajat celcius pada bulan Desember 2022 menjadi 45.6 derajat celcius pada tanggal 5 Januari 2023. Hal ini menunjukkan terjadinya pemanasan pada air danau kawah G. Ijen."
Update soal kondisi kawan Ijen ini sebelumnya juga sempat ramai di media sosial diunggah oleh akun @bwi24jam. Mengutip pemberitaan media nasional, Kepala Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Ijen, Suparjan, membenarkan adanya aktivitas gunung.
Badan Geologi kemudian memberikan sejumlah catatan dalam rilis kondisi terbaru Gunung Ijen. Seperti dikutip dari laman website kementerian terkait perkembangan terakhir aktivitas G. Ijen hingga tanggal 5 Januari 2023 pukul 24.00 WIB:
1. Terjadi peningkatan suhu air danau kawah dari 16oC pada bulan Desember 2022 menjadi 45.6oC pada tanggal 5 Januari 2023. Hal ini menunjukkan terjadinya pemanasan pada air danau kawah G. Ijen.
2. Kegempaan G. Ijen sejak 1 Januari 2023 masih didominasi oleh gempa permukaan yaitu Gempa Vulkanik Dangkal yang terekam sebanyak 56 kali dan Gempa Hembusan yang terekam sebanyak 36 kali. Dengan adanya gempa-gempa pada kedalaman yang dangkal tersebut menunjukkan adanya akumulas tekanan yang disertai pula oleh proses pelepasan tekanan. Hal ini juga menyebabkan permeabilities batuan di dasar kawah G. Ijen meningkat sehingga memudahkan gas vulkanik bergerak ke permukaan.
3. Teramati asap kawah berwarna putih tipis dengan tinggi sekitar 50 – 200 meter di atas puncak.
4. Potensi bahaya yang bisa ditimbulkan dari aktivitas vulkanik di Gunung Ijen pada saat ini adalah munculnya gas-gas vulkanik konsentrasi tinggi di sekitar kawah yang berasal dari aktivitas solfatara di dinding kawah Ijen dan juga difusi gas-gas vulkanik dari dalam kawah ke permukaan; terjadinya erupsi freatik berupa semburan gas dari danau kawah. Erupsi freatik bisa terjadi tanpa didahului oleh peningkatan aktivitas baik visual maupun kegempaan.
Sehubungan dengan aktivitas G. Ijen dalam tingkat aktivitas Level I (Normal), maka direkomendasikan:
1. Masyarakat disekitar G. Ijen dan pengunjung/wisatawan/penambang agar tidak mendekati bibir kawah maupun turun dan mendekati dasar kawah G. Ijen, serta tidak menginap di kawasan G. Ijen dalam radius 500 meter dari kawah.
2. Masyarakat yang bertempat tinggal di sepanjang aliran Sungai Banyu Pait agar selalu waspada terhadap potensi ancaman aliran gas vulkanik yang berbahaya dan tetap memperhatikan perkembangan aktivitas G. Ijen.
3. Jika tercium bau gas sulfur/belerang yang menyengat/pekat, maka masyarakat agar menggunakan masker penutup alat pernapasan. Untuk jangka pendek/darurat dapat menggunakan kain basah sebagai penutup alat pernapasan (hidung/mulut).
Baca Juga: Angela Hindriati Dimutilasi Ecky kListiyanto karena Minta Dinikahi
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Buruan Antre, Harga Emas Antam Merosot Jadi Rp2,65 Juta/Gram
-
Tanggapi Usulan Pilkada Tanpa Wakil, Ganjar Pranowo Desak DPR Segera Bentuk Pansus Pemilu
-
Energi Mikrohidro Bisa Bikin Biaya Pertanian Lebih Efisien, Begini Caranya
-
Jateng Kejar Tuntas Sensus Ekonomi 2026, Wagub Minta Pendataan Dipercepat dalam Tiga Pekan
-
Telkom Akses Percepat Pemerataan Konektivitas Lewat Transformasi Operasional
-
Bos Konter HP Diduga Dirampok di Ambarawa, Jenazah Ditemukan di Grobogan
-
Pemanasan Menuju Jakarta International 10K, Ribuan Pelari Tutup Tur 4 Kota di Surabaya
-
Cadangan Devisa Dirilis Hari Ini, Rupiah Tertekan ke Level Rp17.934
-
Arti Pentingnya Peran Orang Tua dalam Film Aku Sebelum Aku
-
Komentar Pedas Pelatih Singapura Jelang vs Indonesia: Mitchell Baker Bukan Ancaman