Suara Joglo - Gunung Ijen di perbatasan Banyuwangi dan Bondowoso telah naik status menjadi Level II atau waspada. Badan geologi menerbitkan tiga rekomendasi bagi warga sekitar dan para pengunjung ke sana.
Pertama, masyarakat di sekitar Gunung Ijen dan pengunjung dilarang mendekat ke kawah dalam radius 1,5 kilometer (km) dari bibir kawah. Kawah gunung saat ini sedang begejolak dan berbahaya bagi manusia.
Kedua, masyarakat yang bertempat tinggal di sepanjang aliran Sungai Panyu Pait diminta selalu waspada terhadap potensi ancaman aliran gas vulkanik yang berbahaya.
Mereka juga diminta tetap memperhatikan perkembangan aktivitas Gunung Ijen. Ketiga, masyarakat diminta untuk menggunakan masker penutup alat pernafasan apabila mencium bau gas belerang yang menyengat.
Terakhir, pemerintah daerah, BKSDA, dan BPBD diminta untuk berkoordinasi dengan PPGA Ijen atau pusat vulkanologi dan mitigasi bencana geologi.
Sebelumnya, sejak beberapa hari lalu kawah ijen bergejolak. Kawah tiba-tiba saja mengeluarkan asap tebal dan kian panas. Wisatawan pun dilarang berkunjung ke sana.
Asap tebal itu terpantau sejak beberapa hari ini dengan kenaikan suhu dari 16 derajat celcius menjadi 45,6 derajat. Kemudian terjadi 82 kali gempa vulkanik dangkal dan gempa hembusan 32 kali.
Data gempa itu merupakan hasil pemantauan Post-graduate Program For Global Advancement (PPGA) sejak 1 Januari 2023 lalu.
Lalu apa penyebab fenomena tersebut? Menurut General Manager Ijen Geopark Abdillah Baraas, Gunung Ijen memiliki dapur magma yang bisa dianalogikan sebagai kompor. Sedangkan kawahnya dianalogikan sebagai panci atau wadah penampungnya.
Baca Juga: Besiktas Ingin Jegal Kepindahan Wout Weghorst ke Manchester United, Ini Sebabnya
Seiring dengan intensitas hujan yang terjadi, mengakibatkan volume air yang tertampung dalam kawah meningkat. Fenomena yang terjadi kemudian memicu munculnya asap tebal. Sebagai tanda adanya reaksi pemanasan.
"Air seolah tengah dimasak. Reaksi yang terjadi memicu terbentuknya gas-gas beracun dengan kadar dan konsentrasi tinggi. Oleh sebab itu pengunjung direkomendasikan untuk menjauhi area kawah," katanya kemarin, Minggu (08/01/2023).
"Munculnya gempa itu membuktikan ada aktivitas yang terjadi di bawah permukaan Kawah Ijen," katanya dikutip dari suarajatimpost.com jejaring media suara.com, Minggu (08/01/2023).
Sebelumnya, status Gunung Ijen naik dari normal (level I) menjadi waspada (level II). Kenaikkan status itu tertuang dalam surat peningkatan tingkat aktivitas Gunung Ijen yang dikeluarkan Badan Geologi Kementerian ESDM RI nomor nomor surat pingkatan status: 1.Lap/GL.03/BGL./2023.
Kenaikkan status Gunung Ijen terhitung sejak Sabtu (7/1/2023) pukul 14.00 WIB. Kepala Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Ijen Suparjan membenarkan soal kenaikkan status Gunung Ijen itu.
Suparjan mengatakan, kenaikkan status itu menyusul adanya peningkatan aktivitas vulkanik yang terjadi Januari ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
Viral Dugaan Penganiayaan Mahasiswa, UNISA Tegaskan Sanksi Tanpa Toleransi
-
5 HP RAM 8 GB untuk Multitasking Lancar Harga Rp1 Jutaan Terbaik Februari 2026
-
Ivar Jenner Gabung Dewa United! Sudah Terbang ke Indonesia
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
Terkini
-
5 Pemain Keturunan Siap Bela Timnas Indonesia, Tinggal Naturalisasi
-
Sejumlah Masyarakat Sipil Laporkan Kejahatan Genosida Israel ke Kejaksaan Agung
-
Kapolda Metro ke Anggota: Jangan Sakiti Hati Masyarakat, Satu Kesalahan Bisa Hapus Seluruh Prestasi!
-
5 Mobil yang Tampilannya Di-Bully Tapi Menang Fungsi
-
Gerakan Gentengisasi Presiden Prabowo Subianto, Apa Itu?
-
Aksi HOA Malam Nanti di Jakarta, Intim tapi Bakal Meledak-ledak
-
Viral Dugaan Penganiayaan Mahasiswa, UNISA Tegaskan Sanksi Tanpa Toleransi
-
Thomas Djiwandono Geser ke BI, Benarkah Juda Agung Jadi Wamenkeu Baru Pilihan Prabowo?
-
Meski Turun, Jumlah Pengangguran RI Capai 7,35 Juta Orang
-
3 Tahun Vakum, Rafael Tan Comeback Lewat Lagu 'Aku Sayang Kamu' yang Pernah Hits di Bandung