Suara Joglo - Sebuah vodeo dengan narasi informasi kerusuhan parah di Kalimantan antara warga pribumi dan nonbrimu merebak luas di media sosial. Video ini pertama kali keluar dari akun Facebook warga.
Kericuhan ini disebut-sebut terjadi di Tambang Emas Indomoro yang berada di daerah Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah. Dijelaskan pula bahwa tampak aparat keamanan yang menembakkan gas air mata, namun tetap diadang oleh penduduk lokal.
Unggahan di akun Fecebook itu diberi judul begini: ““KISRUH NEGERI ANTARA PRIBUMI DAN NON PRI" Berita terbaru…Tambang Emas Indomoro yg dikelola oleh China didaerah Kab. Murung Raya, Kalimantan Tengah mulai bergejolak. Nampak aparat keamanan menembakan gas air mata tp ditantang oleh penduduk lokal. #Semangat411TurunkanJokowi.”
Setelah ditelusuri ditemukan fakta kalau klaim yang menyebutkan video tersebut merupakan video kericuhan antara masyarakat pribumi dengan non pribumi adalah klaim hoaks.
Seperti dilansir dari laman turnbackhoax.id, video ini ternyata merupakan video kericuhan yang terjadi antara polisi dengan warga, akibat banyak warga yang berdatangan ke lokasi tambang PT Indo Muro Kencana (IMK) setelah beredar hoaks bahwa warga dibolehkan mengambil batu-batu yang mengandung emas sisa penambangan.
Aksi warga pencari batu mengandung emas yang sering disebut "Burak" ini merupakan aksi yang tergolong nekad. Kapolres Murung Raya, AKBP I Gede Putu Widyana, melalui Kabagops Kompol Sahat Martua Pasaribu, membenarkan terjadinya kericuhan itu.
Dia menegaskan tembakan gas air mata itu dilakukan personelnya guna menjaga situasi tetap aman dan kondusif. Sebab warga berbondong-bondong memaksa masuk ke dalam area PT IMK dan mengambil batu emas.
Penertiban pada warga dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. "Mengingat terdapat alat berat yang beroperasi pada area tambang, kegiatan masyarakat dapat mengganggu aktivitas di area tersebut," ujar Kompol Sahat.
Jadi dapat disimpulkan, unggahan video yang diklaim sebagai kericuhan antara masyarakat pribumi dengan non pribumi, merupakan hoaks kategori misleading content atau konten yang menyesatkan.
Berita Terkait
-
CEK FAKTA: Cak Nun Kejang Dituntut Gibran yang Tak Terima Bapaknya Disebut Firaun, Benarkah?
-
Isu Penculikan Anak Meluas dari Bangkalan, Probolinggo, Mojokerto sampai Malang
-
CEK FAKTA: Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo Dipecat dari PDI Perjuangan, Benarkah?
-
CEK FAKTA: Benarkah Syahrini Pasang Susuk di Alat Kelamin dan Wajah Demi Pikat Para Pria?
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
-
Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan
-
Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga