Gempa dahsyat berkekuatan M 7,7 baru saja mengguncang Turki dan Suriah. Dokter Tifa menduga hal itu ada kaitannya dengan pembakaran Al Quran hingga bagian dari perang dunia III.
Diketahui gempa besar mengguncang Turki dan Suriah, Senin (6/2/2023). Tercatat hingga Selasa (7/2/2023) korban tewas di Turki mencapai 2.379 orang sementara di Suriah 1.444 orang tewas.
Gempa dahsyat yang menghancurkan puluhan bangunan dan menewaskan ribuan orang itupun menjadi sorotan dunia. Sejumlah pihak memberikan asumsinya terkait penyebab terjadinya gempa tersebut, salah satunya seperti diuraikan Dokter Tifa.
Melalui kicauannya di Twitter, Dokter Tifa menduga bahwa gempa dahsyat itu disebabkan karena teknologi dan terkait dengan kejadian pembakaran Al Quran di Swedia beberapa waktu lalu.
"Out of bounds thinking saya: Gempa Turki dan Suriah coused by technology and related to kejadian pembakaran Al Quran di Swedia," kicaunya seperti dikutip Selasa (7/2/2023).
Lebih lanjut, ia menduga ada konspirasi besar di balik bencana memilukan yang menimpa Turki dan Suriah.
Ia menyebut bahwa gempa besar itu tak masuk akal hingga mengakibatkan gedung-gedung roboh dalam waktu beberapa menit.
Ia menduga bahwa itu bagian dari Perang Dunia III.
"Tidak masuk akal gempa skala 7,7 ttp gedung2 mendadak roboh dlm hitungan menit. It was similiar to 911. It might be part of World War III," imbuhnya.
Baca Juga: Mantan Pemain Chelsea Christian Atsu Belum Ditemukan usai Jadi Korban Gempa Turki
Sementara itu dikutip dari Reuters, akademisi dari University College London punya analisa terkait efek yang begitu destruktif dari gempa yang melanda Turki dan Suriah.
Kepala Institut Pengurangan Risiko dan Bencana, Joanna Faure Walker menyebut gempa di Turki dan Suriah melepaskan energi 250 kali lebih banyak dibanding gempa M 6,2 yang pernah mengguncang Italia pada 2016 silam.
Pusat gempa yang berada di 26 km sebelah Timur Kota Nurdagi, Turki terjadi pada kedalaman 18 di Patahan Anatolia Timur. Patahan itu disebut juga merupakan sesar geser.
Ketika itu, lempengan batuan padat saling mendorong melintasi garis patahan vertikal membangun tekanan hingga akhirnya tergelincir dalam gerakan horizontal dan melepaskan tekanan besar yang memicu gempa bumi.
Sementara itu menurut ahil geosains Universitas Terbuka Inggris, David Rothery hal yang membuat gempa Turki dan Suriah begitu mematikan karena sumber gempa dimulai pada kedalaman yang relatif dangkal.
"Gempa di permukaan tanah akan lebih parah daripada gempa bumi yang lebih dalam dengan besaran yang sama di sumbernya," terangnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Dedi Mulyadi Semprot Aturan Sampah: Izin PLTSa 6 Tahun Baru Kelar, Tapi Rakyat Mau Dipidana
-
Jadwal Imsak Palembang 27 Februari 2026: Waktu Sahur & Buka Puasa Lengkap
-
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Bogor, Depok dan Cianjur Jumat 27 Februari 2026
-
Jadwal Imsak Jakarta 27 Februari 2026 Lengkap dengan Niat Puasa Ramadan
-
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Tangerang, Serang dan Pandeglang Jumat 27 Februari 2026
-
Mudik Gratis DKI Jakarta 2026 Kluster 2 Resmi Dibuka, 7 Kota Tujuan Ini Jadi Rebutan
-
GBLA Membara! Persib Bandung Pesta 5 Gol Tanpa Balas, Madura United Tak Berdaya
-
Kabar Gembira! Pemkab Bogor Gelar Pangan Murah di Cibinong, Harga di Bawah Pasar
-
Ramadan Jadi Momentum Refleksi Finansial, Nanovest Ajak Investor Susun Portofolio Sehat
-
Jadwal Imsak Kota Malang 27 Februari 2026, Jangan Lupa Shalat Jumat!