Suara Joglo - Baru-baru ini beredar sebuah informasi yang dilengkapi foto-foto terkait Bank BRI. Bank pelat merah itu disebut-sebut membagikan subsidi berupa uang Rp 5 juta bagi masyarakat miskin.
Uang ini merupakan bagian dari program pengentasan kemiskinan di berbagai daerah. Informasi tersebut tersebar luas di platform media sosial, salah satunya Facebook. Namun apa benar demikian?
Dikutip dari laman turnbackhoaks.id, Corporate Secretary BRI Aestika Oryza Gunarto menyatakan, informasi Bank BRI bagikan subsidi pengentasan kemiskinan dari Pemerintah sebesar Rp 5 juta tidak benar.
PENJELASAN:
Beredar melalui pesan berantai sebuah pesan yang diklaim dari BRI. Pesan tersebut memberikan subsidi sebesar 5 juta untuk membantu pengentasan kemiskinan dari pemerintah.
Dilansir dari liputan6.com corporate secretary BRI Aestika Oryza Gunarto menyatakan, informasi Bank BRI bagikan subsidi pengentasan kemiskinan dari Pemerintah sebesar Rp 5 juta tidak benar.
Aestika juga menyampaikan bahwa BRI hanya menggunakan saluran resmi website dan social media resmi (verified/centang biru) sebagai media komunikasi yang dapat diakses oleh masyarakat melalui Web: www.bri.co.id, IG: @bankbri_id, Twitter: bankbri_id, kontak bri, promo_bri, FB: Bank BRI, Youtube: Bank BRI.
Pihaknya menghimbau agar nasabah lebih berhati-hati & tidak menginformasikan kerahasiaan data pribadi & data perbankan (no. rekening, no. kartu, PIN, user & password internet banking, OTP, dsb.) kepada orang lain termasuk yg mengatasnamakan BRI, baik melalui tautan, website, maupun pesan singkat dari sumber tidak resmi yg tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Selain itu BRI menghimbau seluruh nasabah untuk waspada kepada segala bentuk modus penipuan & kejahatan perbankan yg dilakukan oleh pihak yg tdk bertanggung jawab. Info lebih lanjut, menghubungi Kantor BRI terdekat atau Contact BRI 14017/1500017.
Baca Juga: Hari Pers Nasional, Moeldoko Berpesan Kepada Jurnalis untuk Bisa Reduksi Berita-Berita Hoaks
Berdasarkan penjelasan di atas klaim BRI memberikan subsidi 5 juta sebagai upaya pengentasan kemiskinan adalah salah dan termasuk dalam kategori konten palsu.
KATEGORI: Konten Palsu
Berita Terkait
-
CEK FAKTA: Syahrini Dipermalukan Rekan Artis dan Dianggap Ondel-Ondel oleh David Beckham
-
CEK FAKTA: Makin Panas, Sandiaga Uno Bawa ke Ranah Hukum Soal Hutang Anies Baswedan Rp50 Milyar
-
CEK FAKTA: Putri Ferdy Sambo Bikin Onar di Klub Malam Sampai Diseret Polisi, Benarkah?
-
CEK FAKTA: Penampakan Kota Gaib Saranjana Tahun 2003 yang Futuristik, Benarkah?
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
5 Jersey Piala Dunia 2026 Adidas Terlaris, Nyaris Ludes Diburu Kolektor
-
Shaun the Sheep Kembali di Film Baru, Hadapi Monster Misterius di Halloween
-
Link dan Cara Voting Logo HUT ke-81 RI, Ini Kandidat Resmi yang Bersaing
-
Malam Puncak HUT Jakarta 499: Konser Mahalini di Bundaran HI hingga Tarif Transportasi Rp1!
-
Transformasi Manajemen Masjid: Dosen UNY Latih Takmir di Klaten Bangun Ekosistem yang Solutif
-
Jalanan Venezuela Dipenuhi Warga Hanya Pakai Piyama Pasca-Gempa Bumi, Kenapa?
-
Apakah Ada Parfum Scarlett di Indomaret? Ini 5 Varian yang Bisa Ditemukan
-
Jokowi Siapkan Agenda Keliling Indonesia, Besok ke Lampung
-
Pernah 'Ngerjain' Skuad Garuda, Qatar Kena Karma dan Tersingkir Tragis dari Piala Dunia 2026
-
Kematian Peserta KDMP dan KNMP Bukti Pendekatan Militeristik Tak Cocok untuk Warga Sipil!