Mantan Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo digadang-gadang menjadi calon kuat Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) menggantikan Zainudin Amali.
Sebelumnya, Zainudin Amali mengisyaratkan mundur guna fokus dalam posisi baru sebagai Wakil Ketua Umum PSSI.
FX Rudy, sosok yang disebut Megawati Soekarnoputri sebagai kader 'preman' PDIP itu punya segudang pengalaman di sepak bola Indonesia.
Dia pernah menjadi manajer hingga pengurus Persis Solo. Kemudian juga mantan anggota Komite Normalisasi (KN) PSSI saat pembenahan dualisme otoritas tertinggi sepak bola Indonesia 2011 silam.
Selama ini, FX Rudy juga sosok yang getol adanya bersih-bersih di tubuh PSSI dan pemberantasan mafia sepak bola.
Bicara pengalaman sebagai anggota KN PSSI, FX Rudy memiliki pengalaman menarik saat pembenahan organisasi sepak bola tertinggi di Indonesia hingga nyaris menghajar salah satu pengurus Persiwa Wamena sekaligus Wakil Bupati Wamena, John Richard Banua Rouw.
Rudy menceritakan, momen itu terjadi saat Kongres Luar Biasa PSSI yang dimpimpun Agum Gumelar di Hotel Sultan, Jakarta, 20 Mei 2011 diwarnai hujan interupsi dan deadlock.
"Saat itu, ada Wakil Bupati Wamena (John Richard Banua Rouw) yang sering menyampaikan hal-hal tidak sopan. Lama-lama telinga dan tangan saya ini gatal," ungkap FX Rudy saat berbincang di Solo, Selasa (15/2/2023) lalu.
Merasa kondisi tidak memungkinkan untuk mencapai kesepakatan, Rudy pun mengambil alih mikrofon dan memutuskan untuk menghentikan sidang.
Baca Juga: Wajib Berbenah, Ini 3 Kelemahan Timnas Indonesia U-20 Jelang Piala Asia U-20
"Ketika Pak Agum Gumelar dibomabrdir tentang hal-hal yang tidak ada kaitan dengan kongres, saya akhhirnya mengamankan beliau dan kongres saya nyatakan bubar," tegasnya.
FX Rudy yang mengaku emosi dengan sikap John Richard Banua Raouw kemudian menantang sosok yang saat itu anggota TNI untuk berkelahi.
"Saya katakan ke dia saat itu wakil bupati nggak punya etika. Ayo sama-sama dari jauh kita berkelahi tapi dia tidak berani. Saksinya banyak ada wartawan nasional termasuk Pak Ruhban (Sekretaris Umum Persis Solo saat itu, Ruhban Ruzziyatno)," tambah Rudy.
Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI akhirnya dipindah ke Solo, 9 Juli 2011 dan menghasilkan keputusan Djohar Arifin Husin sebagai ketua umum.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Gagal Masuk Negeri? Jangan Cemas, 800 Lebih Sekolah Swasta di Banten Kini Gratis
-
12 Kali Raih WTP, Mengapa BPK Masih Minta Sumsel Benahi Sejumlah Hal?
-
6 Fakta Penangkapan Pelaku Pembacokan Maut di Kebon Pedes
-
Puasa 1 Muharram, Sunnah atau Sekadar Tradisi? Ini Niat dan Penjelasan Ulama
-
6 Fakta Nasib Pedagang Usai Pembongkaran Kios Ilegal di Jalur Puncak
-
Di Balik Gemerlap Podium, Nasib Atlet Indonesia Masih Terkatung-katung
-
Korban Terus Bertambah, Dugaan Penipuan Rp1,4 Miliar yang Seret Ibu Bhayangkari Bikin Heboh
-
7 Poin Penting di Balik Tuntutan Soal BBM dan Program MBG
-
Sudah Dapat Rp10 Juta, Pedagang Puncak Tetap Merana: Modal Segitu Mana Cukup
-
PTBA Uji Biomassa Kaliandra Merah untuk Kurangi Emisi Karbon dan Dukung Transisi Energi