/
Senin, 27 Februari 2023 | 19:41 WIB
Dosen UII Yogyakarta Ahmad Munasir Rafie Pratama dilaporkan hilang kontak setelah mengunjungi University of South-Eastern Norway (USN) di Norwegia. ([ANTARA])

Setelah sempat dilaporkan hilang, dosen UII Yogyakarta Ahmad Munasir Rafie Pratama diketahui saat ini telah berada di Boston, Amerika Serikat. Lantas bagaimana kabarnya setelah dua minggu tak kunjung pulang ke Yogyakarta?

Dosen Teknik Informatika Universitas Islam Indonesia atau UII Yogyakarta, Ahmad Munasir Rafie Pratama sudah menghilang dua minggu lebih usai berada di Oslo, Norwegia pada 12 Februari 2023 lalu. Meski akhirnya pihak kampus mendapatkan informasi dosen tersebut diketahui berada di Boston, Amerika Serikat (AS), hingga saat ini tidak ada kejelasan Rafie akan pulang ke Indonesia.

"Sekarang [rafie] dalam pantauan kjri (Konsultan Jenderal Republik Indonesia-red) new york. Kondisinya aman, tapi [alasan menghilangnya] tidak ada alasan untuk itu," ujar Rektor UII, Fathul Wahid di kantor L2Dikti Wilayah V Yogyakarta, Senin (27/02/2023).

Menurut Fathul, pihak kampus tidak mengetahui kapan rencana Rafie akan pulang ke Indonesia. Pihak kampus pun tidak bisa memaksanya pulang.

Namun dari informasi yang didapat kampus, Rafie sudah didiagnosis oleh salah satu rumah sakit (RS) di Amerika Serikat (AS). Karena kondisi kesehatannya, dia harus berobat di negara tersebut.

"Untuk rumah sakitnya karena bagian dari privat, kami mohon ijin tidak memberikan [namanya]. Sakitnya apa juga tidak tahu apa, kami tidak mau berspekulasi," tandasnya.

Fathul menjelaskan, kepergian Rafie ke AS tanpa meminta  surat tugas dari pihak kampus. Termasuk untuk berobat ke RS di AS karena harus meninggalkan tugasnya di kampus.

Rafie sendiri secara spesifik kondisi kesehatannya tidak diketahui. Termasuk apakah tengah dirawat di RS atau melakukan rawat jalan.

Apalagi selama berada di Norwegia bersama rombongan kampu, kondisi kesehatan Rafie juga baik. Tidak ada keluhan apapun yang disampaikannya kepada teman-temannya.

Baca Juga: Debt Collector yang Bentak Polisi Ajukan Restorative Justice

"[Waktu di norwegia], kami bercanda terus, sehat, termasuk saat jadi pembicara. Tidak mungkin kalau sakit bisa sampai kesana [norwegia]," ungkapnya.

Fathul menambahkan, Rafie hanya sekali membalas email pihak kampus untuk menjelaskan kondisinya. Namun setelah itu tidak ada komunikasi lebih lanjut dengan UII.

Kampus hanya mendapatkan informasi bila Rafie juga sudah mengirim email kepada keluarganya. Namun detil lainnya tidak diketahui kampus karena merupakan ruang privat keluarga.

"[Keluarga] tidak memberitahu [alasan rafie menghilang], kami tidak tahu betul. Kalau tahu, [rafie] tidak dilaporkan sebagai orang hilang kan," ungkapnya.

Fathul menambahkan, Rafie diketahui sudah delapan kali bolak-balik ke AS. Namun tidak ada satupun kunjungan tersebut karena alasan kesehatan. Rafie juga tidak meminta surat ijin dari kampus untuk memeriksakan kesehatannya di AS.

"Kami harus cek dulu surat tugasnya, tapi seingat saya [kepergian ke AS] tidak ada terkait kesehatan karena yang bersangkutan memang kuliahnya disana di state university of new york," imbuhnya.

Diganjar Sanksi

Sementara itu menunggunya pulang, UII Yogyakarta telah menyiapkan sanksi lantaran karena Rafie melakukan tindakan indisipliner dengan tiba-tiba menghilang ke Boston, Amerika Serikat (AS) hingga saat ini.

Sanksi diberikan tim dari kampus yang mengkaji dugaan indisipliner Rafie. Sebab dia telah meninggalkan tugasnya baik sebagai dosen maupun Wakil Dekan Bidang Sumber Daya Fakultas Teknologi Industri UII Yogyakarta.

"Tim penilai tindakan yang bersangkutan sudah bekerja, semoga pekan ini sudah bisa keluar hasilnya terkait dugaan indisipliner itu untuk memutuskan sanksinya apakah masuk kategori pelanggaran ringan, sedang atau berat," ungkap Rektor UII, Fathul Wahid di kantor L2Dikti Wilayah V Yogyakarta, Senin (27/02/2023).

Menurut Fathul, tim yang dibentuk telah mengumpulkan fakta yang ada di lapangan. Tim juga sudah mendiskusikan jenis pelanggaran dan pemberian sanksi yang akan diberikan pada Rafie. Ditargetkan tim tersebut bisa melakukan tugasnya minggu depan setelah Surat Keputusan (SK) keluar.

Sanksi yang diberikan bisa berupa sanksi ringan, sedang ataupun berat sesuai dengan hasil kajian. Namun dipastikan kajian tersebut disampaikan ke rapat Senat Akademik terlebih dahulu agar sanksi yang diberikan adil.

"Jadi tahapan untuk menilai dugaan indisipliner itu akan melibatkan banyak pihak, tak hanya rektor melainkan juga senat," jelasnya.

Terkait tugas-tugas yang ditinggalkan Rafie, Fathul memastikan telah melakukan mitigasi. Semua tugas Rafie sudah dialihkan sementara kepada pihak-pihak yang bisa menggantikan tugasnya.

"Ya ketugasannya sebagai wakil dekan juga sudah dialihkan," ujarnya.

Sementara Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (L2Dikti) Wilayah V Yogyakarta, Aris Junaidi mengungkapkan, pihaknya menyerahkan penanganan kasus Rafie kepada pihak internal UII. Pihak kampus dinilai sudah bekerja keras dalam menangani kasus tersebut.

"Kita tunggu saja nanti sampai kepulangan yang bersangkutan. Kita monitor, update dari pak rektor, dikawal kjri," imbuhnya.

Load More