Indonesia kerap mengalami kesulitan saat bertemu Uzbekistan. Pertemuan terakhir di level senior adalah pada PSSI Anniversary Cup 2018 silam, ketika itu timnas U-23 Indonesia ditahan imbang tanpa gol oleh Uzbekistan pada pertandingan yang dimainkan di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor.
Sedangkan pada Piala Asia U-19 2014, Indonesia dihajar 1-3 oleh Uzbekistan pada fase grup. Pada kategori lebih junior, yakni Piala Asia U-16 2010 yang digelar di Uzbekistan, tuan rumah menang 3-0 atas Indonesia, juga di fase grup.
Pengalaman manis Shin Tae Yong
Selain adagium bola itu bundar, yang kerap diterjemahkan sebagai tidak ada yang pasti sebelum peluit akhir ditiupkan pada pertandingan sepak bola, timnas Indonesia U-20 memiliki modal bagus dalam pengalaman manis pelatih Shin Tae Yong saat berhadapan dengan Uzbekistan.
Saat masih menangani timnas Korea Selatan U-23 pada gelaran Piala Asia 2016, pelatih Shin saat itu mampu membawa timnya mempecundangi Uzbekistan dengan skor 2-1 pada pertandingan kedua fase grup. Saat itu Korea Selatan berhasil melaju sampai ke final sebelum takluk 2-3 dari Jepang di partai pamungkas, sedangkan Uzbekistan gagal lolos dari grup.
Walaupun demikian, pelatih Shin mengatakan dirinya tidak terlalu terpengaruh dengan kesuksesan tersebut, dan memfokuskan diri pada persiapan timnas Indonesia.
"Saya tidak terlalu memikirkan itu, karena saya sekarang di sini menjadi pelatih tim nasional Indonesia U-20. Jadi sekarang ini bukan lagi tentang tim nasional Korea Selatan lagi, tapi tentang timnas Indonesia," kata pelatih Shin pada konferensi pers setelah pertandingan melawan Suriah, di Stadion Lokomotiv Tashkent, Sabtu (4/3) silam.
Berbagai persiapan telah dilakukan pelatih Shin, staf kepelatihan, dan terutama para pemain untuk menghadapi partai berat melawan tuan rumah. Kemenangan tentu sangat didambakan oleh mereka dan segenap pecinta sepak bola Indonesia, namun jika pun kemenangan belum bisa didapat dan mereka gagal lolos ke perempat final, setidaknya jika mereka dapat memainkan permainan yang baik dan meminimalisir kesalahan-kesalahan sendiri, mungkin publik sepak bola tanah air masih dapat tersenyum tipis.
Baca Juga: Cerita Wapres Ma'ruf Amin Pindah Haluan Dukung Liverpool: Manchester United Lama Kalah Terus
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Mahfud MD Sebut Penolakan UU Polri oleh Mahasiswa Wajar: Memang Tak Ada Perubahan
-
APINDO Buka Suara soal Danantara Ekspor, Bisa Tekan Kebocoran Devisa?
-
FPTHSI Tepis Pidato Prabowo Sebut Gaji Guru Terkendala Anggaran: Dana Cukup, Tapi Salah Distribusi
-
Tayang Agustus, Anime The Ribbon Hero Gandeng Girls Archives Isi Lagu Tema
-
Shopee Permudah Seller Kelola Keikutsertaan Program Promosi di Laman "Pengelolaan Program Saya"
-
Erick Thohir Ogah Timnas Indonesia Lawan Argentina Lagi, Isyaratkan Lawan Tim Lain
-
Arus Peti Kemas Melesat, Ekspor Tapioka hingga Udang Jadi Motor Pertumbuhan
-
Neymar Akhirnya Debut di Piala Dunia 2026, Suporter Brasil Langsung Meledak di Stadion
-
Prediksi Tunisia vs Belanda: De Oranje Incar Pesta Gol dan Puncak Grup F
-
Danantara Bangun Industri Unggas Rp20 T, Ganggu Bisnis Emiten Peternakan?