Suara.com - Jelang akhir puasa Ramadan 1447 Hijriah, masyarakat ramai mencari informasi mengenai kapan tepatnya Lebaran 2026.
Di Indonesia terdapat dua ormas basis Islam terbesar yang kerap berbeda dalam menetapkan Hari Raya Idulfitri.
Masing-masing ormas memilki metode yang berbeda dalam menetapkan awal bulan Syawal, hal ini sudah terjadi sejak beberapa tahun lalu.
Muhammadiyah mengunakan metode hisab, sementara pemerintah dan Nadhlatul Ulama (NU) mengunakan metode rukyatul hilal atau pengamatan langsung bulan sabit muda.
Hal tersebut dianggap wajar karena penetapan Hari Raya Idulfitri setiap tahunnya di Indonesia selalu berbeda, dan ini terjadi sepanjang sejarah Islam di Indonesia.
Perbedaan metode penentuan awal bulan Syawal juga terjadi di beberapa negara, berdasarkan informasi dari beberapa sumber, sebagian negara telah menetapkan Idulfitri lebih dulu.
Lalu bagaimana dengan Indonesia, Lebaran dan Idulfitri 2026 tanggal berapa?
Umat Islam di Indonesia mulai menantikan kepastian kapan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Penentuan 1 Syawal menjadi momen penting untuk menandai berakhirnya ibadah puasa Ramadhan.
Pemerintah biasanya melakukan sidang isbat terlebih dulu sebelum menetapkan 1 Syawal 1447 H, sambil menunggu hasil sidang nanti malam, sejumlah lembaga serta ormas Islam telah menyampaikan prediksi lebaran 2026 berdasarkan metode masing-masing.
Baca Juga: Lebaran 2026 Jumat atau Sabtu? Ini Jadwal Jam Sidang Isbat Idul Fitri 1447 H
Berdasarkan informasi dari berbagai sumber, berikut rangkumannya.
Jadwal Lebaran Nu, Pemerintah, dan NU
- Jadwal Lebaran 2026 Versi Pemerintah dan NU
NU dan pemerintah menetapkan awal Lebaran menunggu melalui sidang isbat yang digelar pada Kamis, 19 Maret 2026 malam.
Berdasarkan hasil sidang isbat, hilal belum memenuhi kriteria, sehingga 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Sebelumnya, kalender Hijriah Indonesia tahun 2026 keluaran Menteri Agama, tertulis bahwa 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Maka, pemerintah menetapkan Lebaran 2026 pada esok hari. Hal ini juga kemungkinan diikuti oleh NU.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
3 Rekomendasi Shade Wardah Skin Tint untuk Pemilik Kulit Kuning Langsat
-
Perbandingan Mesin Cuci Front Load dan Top Load, Mana yang Lebih Bagus?
-
5 Tablet Rp2 Jutaan yang Support Keyboard Bluetooth, Cocok Buat Ngerjain Tugas
-
Gaya Kepelatihan Berkelas Eropa! Alasan Mengejutkan John Herdman Nonton Timnas dari Tribun Penonton
-
Musda Golkar Sumsel Dibuka Ketum Bahlil, Perebutan Kursi Ketua Mengarah ke Andie DInialdie?
-
8 Tips Memilih Mobil Bekas yang Kondisi Mesin Masih Bagus, Jangan Asal Tergiur Murah
-
Win Metawin Cerita Momen Nonton Piala Dunia di Fan Meeting Jakarta, Kini Ingin Bawa Keluarga ke Bali
-
Kemenpar Buka Suara soal Polemik Foto Baju Kurung di Situs Indonesia.travel
-
YouTube Ditegur Kemkomdigi: Promosi Rokok Elektronik di Live Streaming Merupakan Pelanggaran Serius
-
Bonceng Tiga dan Bawa Celurit, Tiga Pemuda Diduga Jambret Diciduk Polisi