Bola / Bola Dunia
Sabtu, 21 Maret 2026 | 16:03 WIB
Kontroversi izin kerja pemain Timnas Indonesia, Dean James semakin memanas setelah dua pengacara menilai NAC Breda memiliki peluang kuat memenangkan gugatan. (Instagram/dean11james)
Baca 10 detik
  • NAC Breda menggugat hasil laga 0-6 karena menduga pemain lawan, Dean James, tidak memiliki izin kerja sah di Belanda.
  • Status kewarganegaraan Dean James menjadi isu utama karena perpindahan WNI Maret 2025 membuatnya kehilangan status warga Belanda.
  • KNVB sedang mengkaji kompleksitas kasus ini, yang berpotensi membuat laga diulang dan memicu polemik Eredivisie lebih luas.

Suara.com - Kontroversi izin kerja pemain Timnas Indonesia, Dean James semakin memanas setelah dua pengacara menilai NAC Breda memiliki peluang kuat memenangkan gugatan.

Kasus ini bermula saat NAC Breda resmi meminta KNVB meninjau ulang hasil laga melawan Go Ahead Eagles yang berakhir 0-6.

NAC menduga ada pemain lawan yang tidak memenuhi syarat hukum untuk bermain.

Sosok yang dimaksud adalah Dean James, yang disebut berpotensi tidak memiliki izin kerja sah sesuai aturan Belanda.

“Klub menerima indikasi bahwa ada pemain yang menurut hukum tidak diperbolehkan bekerja,” tulis pernyataan resmi NAC.

Menurut pengacara olahraga Dolf Segaar seperti dilansir dari NOS, Dean James memang tidak memenuhi syarat untuk bermain di Eredivisie.

Dolf Segaar menegaskan status kewarganegaraan pemain menjadi faktor krusial dalam kasus ini.

Dean James diketahui menjadi WNI pada Maret 2025. Menurut hukum Belanda, seseorang yang mengambil kewarganegaraan lain otomatis kehilangan status warga negara Belanda.

“Banyak yang salah paham. Anda bisa saja masih memegang paspor Belanda, tapi secara hukum bukan lagi warga Belanda,” kata Dolf Segaara.

Baca Juga: Status WNI Dean James Jadi Skandal, KNVB: Ini Kasus yang Rumit, Mohon Bersabar

Kondisi itu berdampak langsung pada izin kerja pemain.

Jika tidak lagi berstatus warga Uni Eropa, James seharusnya dikategorikan sebagai pemain non-Uni Eropa.

“Tanpa izin kerja, dia tidak boleh bermain. Selain itu, ada syarat gaji minimum yang cukup tinggi,” tegas Segaar.

Aturan tersebut mensyaratkan pemain non-Uni Eropa memiliki izin kerja dan menerima gaji di atas batas tertentu.

Tanpa pemenuhan dua syarat itu, status bermain bisa dinyatakan tidak sah.

Kasus ini dinilai bukan hanya menimpa satu pemain.

Load More