/
Sabtu, 25 Maret 2023 | 10:12 WIB
Kitab-kitab Mbah Hasyim di Perpustakaan Tebuireng (Beritajatim)

Yang paling baru ditemukan adalah buku harian pendiri pesantren Tebuireng tersebut. Buku itu ditemukan di tumpukan koran yang ada di perpustakaan. Saat ditemukan, buku tersebut dibungkus kain kafan. Juga ada minyak wangi di buku harian tersebut. 

"Buku harian ini ditulis pada 1921. Ada tahunnya," kata Jupri sembari menunjukkan buku yang dimaksud.

Kitab-kitab yang asli itu disimpan untuk arsip. Sedangkan untuk dibaca santri, pihak perpusatakaan sudah melakukan duplikasi. Kitab-kitab itu diperbanyak melalui teknik scanner, hingga ditulis ulang. Jupri lalu menunjukkan satu kitab tebal yang merupakan hasil digitalisasi. Sebanyak 17 kitab dijilid menjadi satu.

"Meski ini duplikat, tapi isinya sama persis dengan yang asli. Hal tersebut sebagai salah satu upaya untuk menyelamatkan kitab peninggalan Mbah Hasyim. Untuk yang buku harian belum (didigitalisasi) karena masih baru ditemukan," ujarnya.

Nah, dari 17 kitab itu, sebanyak delapan judul sudah dicetak secara modern. Yakni, tidak lagi menggunakan huruf arab pegon. Tapi menggunakan huruf latin. Pada sampul buku tersebut terdapat judul kitab dan foto KH Hasyim Asyari memakai surban.

"Ada delapan kitab yang sudah disalin di atas kertas HVS 70 gram. Dicetak menjadi buku. Lengkap dengan terjemahannya. Sebelum diedarkan, isi kitab kembali diuji dan dikaji. Ini untuk memastikan keaslian kitab karangan Mbah Hasyim," kata Jupri.

Load More