Setiap daerah di Indonesia memiliki sambal yang khas dan memiliki cita rasa yang berbeda, tak terkecuali Jawa Timur yang memiliki sambal bajak.
Sambal bajak satu ini salah satu andalan orang Jawa Timur untuk mendampingi berbagai masakan. Tidak hanya itu, proses masaknya yang cukup lama, membuat sambal satu ini bisa tahan lama dan bisa jadi stok selama Ramadan.
Apabila kamu pecinta pedas dan harus ada sambal saat makan, berikut resep sambal bajak khas Jawa Timur yang bisa jadi stok selama bulan puasa.
Bahan-bahan sambal bajak khas Jawa Timur:
250 gr cabai merah besar
100 gr cabai rawit
200 gr bawang merah
20 gr bawang putih
150 gr tomat
2 sdt terasi
30 gr gula merah
1,5 sdt garam
1 sdt kaldu bubuk rasa ayam
120 ml minyak goreng
Cara membuat sambal bajak khas Jawa Timur:
Masukkan cabai rawit dan cabai merah ke dalam plastik tahan panas, ikat lalu sisihkan
Setelah itu, masukkan bawang merah, bawang putih, dan tomat yang sudah dibelah dua ke dalam plastik tahan panas, ikat lalu sisihkan.
Kemudian, masukkan kedua bumbu dalam plastik itu ke dalam dandang yang airnya sudah mendidih. Kukus selama 30 menit.
Baca Juga: Resep Sup Tahu Telur, Menu Hangat untuk Santap Sahur
Setelah semua bumbu sudah dikukus, haluskan menjadi satu menggunakan blender atau uleg menggunakan tangan, tambahkan sedikit air. Namun jika menghaluskan dengan food processor, tidak perlu menambahkan air.
Jika bumbu sudah halus, tumis dengan api kecil, tambahkan terasi, gula merah, garam, dan kaldu bubuk.
Aduk merata, sampai air sedikit menyusut.
Setelah itu, tambahkan minyak goreng, aduk kembali dengan api sedang sampai minyak panas.
Jika minyak sudah panas, lanjutkan menumis dengan api kecil. Aduk kembali sampai kurang lebih 40 menit sampai minyak keluar dari sambal.
Setelah merata, sambal bajak siap untuk disajikan dan diisikan ke dalam jar kaca agar bisa tahan lama.
Sambal ini cocok untuk beberapa makanan gorengan, seperti ayam goreng hingga ikan goreng. Jangan lupa dipraktekkan ya, agar buka puasa kamu makin nikmat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran
-
Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija
-
Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger
-
Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League
-
Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa
-
Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara
-
Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU
-
Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum
-
Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok
-
Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan