- Aksi Kamisan ke-909 berlangsung di depan Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (28/5/2026) untuk menuntut pengusutan kasus penghilangan paksa 1997-1998.
- Sekitar 80 peserta menggelar aksi diam dan orasi sebagai bentuk solidaritas terhadap aktivis pro-demokrasi yang masih ditahan hingga saat ini.
- Mantan tahanan, Salman Al Farisi, mengungkapkan adanya intimidasi dan trauma yang dialami para korban akibat tindakan represif aparat negara tersebut.
Suara.com - Aksi Kamisan ke-909 digelar di depan Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (28/5/2026), dengan tema “Pekan Anti Penghilangan Paksa Sedunia: Usut Tuntas Penculikan dan Penghilangan Aktivis Pro-Demokrasi 1997-1998”.
Berdasarkan pantauan Suara.com, sekitar 80 peserta mengikuti aksi yang diawali dengan “aksi diam”. Kegiatan tersebut turut dikawal sekitar 30 personel kepolisian.
Dalam aksi itu, Salman Al Farisi, salah satu mantan tahanan demonstrasi Agustus 2025, turut menyampaikan orasi. Ia mengungkapkan bahwa hingga kini masih ada sekitar 100 orang yang ditahan.
“Diam terlalu lama melanggengkan ketidakadilan di negara,” ujar Salman dalam orasinya.
Salman, yang sempat ditahan di Jakarta Pusat, mengaku dirinya dan rekan-rekan lain mengalami intimidasi, ancaman, hingga hinaan selama proses penahanan.
Ia juga menyebut nama baik mereka dirusak dan harus menanggung trauma yang tidak pernah dipertanggungjawabkan.
“Negara yang seharusnya melindungi rakyat, bukan menakuti rakyat. Aparat yang seharusnya mengayomi rakyat, bukan menjadi alat kekerasan terhadap suara-suara yang berbeda,” tegasnya.
Salman mengatakan kehadirannya dalam Aksi Kamisan kali ini menjadi bentuk solidaritas bagi rekan-rekannya yang masih berada di dalam penjara serta mereka yang, menurutnya, masih dibungkam dan mengalami intimidasi oleh negara.
Reporter: Cornelius Juan Prawira
Baca Juga: Ketua FMN di Aksi Kamisan: Jika Rezim Terus Menghisap Rakyat, Prabowo Akan Dijauhkan oleh Rakyat
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
Terkini
-
Aseng Tak Mungkin Main Sendiri, Eks Pimpinan KPK Minta Jaksa Kejar Pejabat Pemberi Izin
-
Saling Balas Serangan! Iran Targetkan Pangkalan Militer AS Setelah Washington Gempur Bandar Abbas
-
8 Fakta Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Pekalongan, Korban Disebut Mencapai Puluhan
-
Terkuak! Sebelum Tewas Dihantam Selebgram Woodyrman, WN Brunei Sempat Kirim VN Tantangan Berkelahi
-
Satu Keluarga Asal Ambarawa Ditemukan Tewas di Tempat Wisata Temanggung, Ini Kronologinya
-
Dugaan Riset Palsu WNI di Denmark Ikut Jadi Perbincangan di Australia
-
Ungkit UU, Habiburokhman Sebut 1.098 Sapi Kurban Presiden Pakai Dana APBN Sah Secara Syari
-
Jokowi Siap Safari Politik, Partai Besar Wajib Waspada Basis Suara Digoyang Demi PSI
-
Masih Diselidiki, Polisi Sebut Video Viral Prostitusi Anak Bukan di Lokasari
-
Mayjen Purn TB Hasanuddin: Berantas Begal Itu Bukan Tugas TNI Tapi Polisi