News / Nasional
Kamis, 28 Mei 2026 | 17:19 WIB
Aksi Kamisan ke -909 di depan Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (28/5/2026). (Suara.com/Cornelius Juan Prawira)
Baca 10 detik
  • Aksi Kamisan ke-909 berlangsung di depan Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (28/5/2026) untuk menuntut pengusutan kasus penghilangan paksa 1997-1998.
  • Sekitar 80 peserta menggelar aksi diam dan orasi sebagai bentuk solidaritas terhadap aktivis pro-demokrasi yang masih ditahan hingga saat ini.
  • Mantan tahanan, Salman Al Farisi, mengungkapkan adanya intimidasi dan trauma yang dialami para korban akibat tindakan represif aparat negara tersebut.

Suara.com - Aksi Kamisan ke-909 digelar di depan Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (28/5/2026), dengan tema “Pekan Anti Penghilangan Paksa Sedunia: Usut Tuntas Penculikan dan Penghilangan Aktivis Pro-Demokrasi 1997-1998”.

Berdasarkan pantauan Suara.com, sekitar 80 peserta mengikuti aksi yang diawali dengan “aksi diam”. Kegiatan tersebut turut dikawal sekitar 30 personel kepolisian.

Dalam aksi itu, Salman Al Farisi, salah satu mantan tahanan demonstrasi Agustus 2025, turut menyampaikan orasi. Ia mengungkapkan bahwa hingga kini masih ada sekitar 100 orang yang ditahan.

“Diam terlalu lama melanggengkan ketidakadilan di negara,” ujar Salman dalam orasinya.

Salman Al Farisi, salah satu dari tahanan yang bebas dalam demonstrasi Agustus 2025, berorasi Aksi Kamisan ke -909 di depan Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (28/5/2026).(Suara.com/Cornelius Juan Prawira)

Salman, yang sempat ditahan di Jakarta Pusat, mengaku dirinya dan rekan-rekan lain mengalami intimidasi, ancaman, hingga hinaan selama proses penahanan.

Ia juga menyebut nama baik mereka dirusak dan harus menanggung trauma yang tidak pernah dipertanggungjawabkan.

“Negara yang seharusnya melindungi rakyat, bukan menakuti rakyat. Aparat yang seharusnya mengayomi rakyat, bukan menjadi alat kekerasan terhadap suara-suara yang berbeda,” tegasnya.

Salman mengatakan kehadirannya dalam Aksi Kamisan kali ini menjadi bentuk solidaritas bagi rekan-rekannya yang masih berada di dalam penjara serta mereka yang, menurutnya, masih dibungkam dan mengalami intimidasi oleh negara.

Reporter: Cornelius Juan Prawira

Baca Juga: Ketua FMN di Aksi Kamisan: Jika Rezim Terus Menghisap Rakyat, Prabowo Akan Dijauhkan oleh Rakyat

Load More