Manajemen PSS Sleman akan melakukan evaluasi besar-besaran di akhir musim 2022/2023 ini.
Bukan tanpa alasan, hasil minor di putaran kedua Liga 1 2022/2023, memaksa skuad Super Elang Jawa (Elja) tak bisa memenuhi targetnya.
Dua pertandingan tersisa di musim ini memastikan PSS Sleman untuk bertahan di zona merah. Beruntung Operator Liga 1 tak membuat sistem degrdasi, sehingga PSS tetap bermain di kasta tertinggi Liga 1 ini.
"Tentu kami juga prihatin dan tanggungjawab atas performa tim musim ini. Oleh karena itu, kami akan segera melakukan perubahan besar-besaran untuk menyiapkan musim depan," kata Komisaris Utama PT PSS, Rachmat Makkasau, dilansir dari laman resmi klub, Rabu (5/4/2023).
Lebih lanjut, Rachmat Makkasau juga tengah me-review performa tim selama Liga 1 2022/2023 bergulir. Ia juga memproyeksikan persiapan untuk musim depan, termasuk melakukan perekrutan pemain," katanya.
Rachmat Makkasau tak banyak membahas bagaimana terkait nasib pelatih skuad Super Elja, Seto Nurdiyantoro. Ia hanya meminta agar suporter dan Sleman Fans mengawal proses perubahan untuk musim depan.
"Saya harap bisa bersabar dan dukungan bagi PSS Fans terhadap proses ini ke depan. Kami masih yakin PSS jauh lebih baik di musim depan." ujar dia.
PSS Sleman kali ini hanya duduk di peringkat 17 klasemen Liga 1 2022/2023. Skuad asuhan Seto Nurdiyantoro hanya mengoleksi 31 poin dari 32 pertandingan.
Hal ini tentu menjadi bahan evaluasi serius untuk klub yang promosi dari Liga 2 ke Liga 1.
Baca Juga: PSS Sleman Semakin Tenggelam, Telan 5 Kekalahan Beruntun, Seto Nurdiyantoro Kembali Disorot
Berita Terkait
-
Media Vietnam Sindir Kericuhan PSIS Semarang vs PSS Sleman: Baru Aja Dicoret FIFA dari Tuan Rumah Piala Dunia U-20
-
Oknum Steward Diduga Ikut Lempari Suporter PSS Sleman, Panpel PSIS Semarang Jadi Bulan-bulanan Warganet
-
Kekalahan Telak PSS Sleman Disebut Kambuhan, Pelatih Bingung Anak Asuhnya Mudah Kebobolan
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
Terkini
-
Luis Estrella Ungkap Penyebab Hasil Buruk Timnas Futsal Putri Indonesia
-
Emil Audero dan Jay Idzes Saling Roasting Soal Pencapaian Karier
-
Ngeri! Bahas Fungsi Helm, 6 Fakta Petugas Damkar Khairul Umam Diancam Tak Selamat Sampai Lebaran
-
5 Resep Kue Kering Lebaran Tanpa Oven yang Praktis Dibikin di Rumah
-
Masih Optimis Juara, Tammy Abraham Peringatkan Arsenal dan Manchester City
-
PDIP Kritik RI Gabung Board of Peace Tanpa Persetujuan DPR, Singgung Biaya 8.000 Pasukan
-
Pesan Suara Misterius Menjelang Berbuka
-
Hitung-hitungan Timnas Futsal Putri Indonesia Lolos ke Semifinal AFF 2026
-
Manufaktur dan Pertanian Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
-
Tawarkan Paket Buka Puasa, Restoran Nonhalal di Semarang Tuai Kecaman