Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka menyikapi adanya parkir liar pengunjung yang akan ke Masjid Sheikh Zayed karena berisiko bagi keselamatan.
Gibran pun seperti biasanya meninggalkan mobil dinasnya di lokasi tersebut.
Hal itu sebagai sikap tegas diambil karena oleh oknum juru parkir, pengunjung yang akan menuju ke Masjid Sheikh Zayed diarahkan untuk parkir di sebelah barat rel kereta api yang letaknya bersebelahan dengan masjid.
Sedangkan saat ini akses dari barat ke timur masih ditutup karena pengerjaan viaduk atau jalan yang ada di bawah rel.
Dengan parkir di sebelah barat rel artinya ketika pengunjung yang akan ke masjid harus melewati kawasan proyek.
Bahkan oleh oknum warga, ada pengunjung yang diarahkan menyeberangi rel dengan berjalan kaki. Selain itu, Gibran mengatakan ada oknum warga yang juga nekat mendobrak pintu proyek.
"Pengunjung nggak tahu apa-apa, mereka niatnya ingin ke masjid, salat, ibadah. Mereka tidak tahu parkir mana. Kalau diarahkan ke situ ya kesenggol backhoe (alat berat) ya rumah sakit," kata Gibran dikutip dari ANTARA pada Kamis (27/4/2023). .
Padahal pintu sengaja ditutup agar warga tidak mengakses lokasi proyek.
"Sudah pernah lihat warga ndobrak (mendobrak pintu proyek, Red.) belum? Kalau mau kena backhoe lewato (lewat saja)," katanya.
Baca Juga: Dalam 3 Bulan BRI Cetak Laba Rp15,56 Triliun
Terkait hal itu, ia berpesan kepada warga sekitar untuk mengikuti aturan. Apalagi sampai mengarahkan pengunjung untuk menyeberang rel.
"Lagi ada proses konstruksi, alat berat. Ditutup itu ada fungsinya. Orang luar kota diarahkan parkir ke situ salah," katanya.
Sebelumnya, akibat adanya parkir liar tersebut Gibran sempat menempatkan kendaraan dinasnya di lokasi proyek.
Sementara itu, ia memastikan proyek tersebut akan selesai akhir bulan Mei.
"Sabar dulu, saya tahu kok warga kalau mau lewat situ harus berputar. Tapi nanti kalau sudah jadi kan bisa dinikmati," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Belajar Bisnis Media di Chongqing, Bantu Branding Daerah lewat Influencer
-
Pameran Foto "Perisai Tunas" Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2