/
Jum'at, 28 April 2023 | 13:39 WIB
PDI Perjuangan tidak butuh suara umat Islam (Turnbackhoax)

Suara Joglo - Kabar dari dunia politik kian memanas, terutama setelah semakin mengerucutnya beberapa nama yang bakal diusung menjadi capres oleh sejumlah partai politik.

Setelah Anies Baswedan diusung oleh NasDem dan dua partai koalisinya: PKS dan Demokrat, kini giliran PDI Perjuangan yang resmi mengusung Gubernur Ganjar Pranowo sebagai capres pada 2024 nanti.

Namun seiring memanasnya isu politik, informasi-informasi hoaks juga semakin banyak bertebaran diproduksi para konten kreator tidak bertanggungjawab. Misalnya baru-baru ini.

Sebuah akun Facebook mengunggah video dengan narasi yang cenderung dimanipulasi. Narasi video itu begini: "Suara Melimpah, PDI Perjuangan Tak Butuh Suara Umat Islam dalam Pemilu."

Padahal berdasar hasil Periksa Fakta Luthfiyah OJ (UIN Raden Mas Said Surakarta), judul tersebut merupakan suntingan. Faktanya, artikel tersebut milik Pikiran Rakyat dan judul yang asli adalah "Suara Melimpah, PDI Perjuangan Tak Butuh Suara Umat Islam dalam Pemilu, Cek Fakta."

PENJELASAN: Akun Facebook Sultan memposting sebuah gambar tangkapan layar artikel berjudul “Suara Melimpah, PDI Perjuangan Tak Butuh Suara Umat Islam dalam Pemilu”. Postingan tersebut diunggah 23 April 2023 pukul 22.17.

Setelah ditelusuri menggunakan kata kunci judul artikel ditemukan informasi bahwa judul artikel tersebut tidak lengkap. Judul asli artikel milik Pikiran Rakyat adalah "Suara Melimpah, PDI Perjuangan Tak Butuh Suara Umat Islam dalam Pemilu, Cek Fakta". 

Artikel yang diunggah pada 28 April 2022 tersebut merupakan artikel cek fakta mengenai hoaks PDIP yang tidak butuh suara umat Islam. Terdapat kesamaan pada tanggal diunggahnya artikel, keterangan nama Nugroho dan gambar Megawati.

Dengan demikian judul pada gambar tangkapan layar telah disunting. Artikel tersebut milik Pikiran Rakyat dan judul yang asli adalah "Suara Melimpah, PDI Perjuangan Tak Butuh Suara Umat Islam dalam Pemilu, Cek Fakta," sehingga hal tersebut masuk dalam kategori konten yang dimanipulasi.

Baca Juga: Hello: Novel Terbaru Tere Liye Tentang Cinta Beda Status Sosial

Load More