/
Minggu, 14 Mei 2023 | 07:06 WIB
Sunarji alias Narji eks personel kelompok Cagur maju menjadi Caleg dari PKS (Suara.com/Dea)

Keputusan partai politik mengusung artis sebagai calon anggota legislatif pada pemilu 2024 masih dilandasi "nafsu untuk mendongkrak jumlah kursi di parlemen" ketimbang memperkuat kerja-kerja legislasi.

Ini karena bakal caleg dari kalangan selebriti yang sudah populer dan kesempatan dipilih oleh masyarakat pun lebih besar. 

Hal itu diungkapkan oleh pengamat politik dari Forum Masyarakat Peduli Parlemen (Formappi), Lucius Karus. Ia menyebut lebih menjual ketimbang kader sendiri yang tak dikenal.

"Bagi parpol yang punya nafsu besar meraih kursi di DPR untuk bisa lolos syarat ambang batas parlemen, mengusung orang yang punya potensi dipilih itu akan lebih baik ketimbang mengangkat kader sendiri tapi menjualnya setengah mati," jelas Lucius Karus dikutip dari BBC News Indonesia, pada Minggu (14/5/2023).

Selain itu, Lucius menambahkan, kalau merujuk pada penilaian kinerja DPR selama masa sidang IV tahun 2022-2023 hasilnya buruk lantaran hanya mengesahkan satu RUU.

Diketahui Partai NasDem, mengajukan delapan pesohor dengan latar belakang penyanyi seperti Annisa Bahar dan Reza Artamevia, pemain sinetron Ali Syakieb dan Nafa Urbach, presenter Choky Sitohang dan Ramzi, dan tak ketinggalan musisi Didi Riyadi serta Diana Sastra.

Selain NasDem, PDI Perjuangan juga sama. Partai ini mencalonkan 14 publik figur, di antaranya musisi Once Mekel dan Marcel Siahaan, pelawak Denny Cagur, budayawan Taufik Hidayat Udjo, pembawa acara Tamara Geraldine, dan penyanyi Sari Koeswoyo.

Ada pula politisi petahana yang juga artis yakni Krisdayanti, Rieke Diah Pitaloka, dan Rano Karno.

Selebihnya ada Partai Perindo yang menyodorkan setidaknya delapan caleg dari kalangan artis dan Partai Amanat Nasional sebanyak lima bacaleg.

Baca Juga: Hasil Liga Inggris: Tottenham Hotspur Tumbang di Markas Aston Villa

Yang paling sedikit adalah Partai Keadilan Sejahtera yaitu hanya satu, komedian Narji Cagur.

Load More